11 Maret Hari Ini Memperingati Hari Apa? Dari Supersemar hingga Kopi Nasional, Ini Daftar Lengkapnya

Rabu, 11 Maret 2026 bukan sekadar hari biasa di kalender. Tanggal ini menyimpan beberapa peringatan penting sekaligus mulai dari momen bersejarah yang mengubah

Rabu, 11 Maret 2026 bukan sekadar hari biasa di kalender. Tanggal ini menyimpan beberapa peringatan penting sekaligus mulai dari momen bersejarah yang mengubah arah politik Indonesia, hingga perayaan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Banyak yang bertanya-tanya, 11 Maret hari ini memperingati hari apa sebenarnya? Jawabannya: lebih dari satu.

Supersemar — Surat yang Mengubah Sejarah Indonesia

Peringatan paling berat muatan sejarahnya jatuh tepat hari ini. Pada 11 Maret 1966, Presiden Soekarno mengeluarkan surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu dalam rangka memulihkan keamanan dan kewibawaan pemerintah. 

Surat itulah yang kemudian dikenal sebagai Supersemar kependekan dari Surat Perintah 11 Maret.

Latar belakangnya tak bisa dilepaskan dari gejolak pasca-G30S/PKI. Peristiwa G30S PKI membuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Soekarno menurun. Masyarakat bersama mahasiswa mendesak Soekarno untuk segera mengambil tindakan. 

Pada 12 Januari 1966, mahasiswa mengajukan tuntutan yang disebut Tritura Tiga Tuntutan Rakyat. Isinya mencakup pembubaran PKI, perombakan Kabinet Dwikora, dan penurunan harga. 

Situasi makin memanas. Selama rapat kabinet pada tanggal 11 Maret 1966, demonstrasi mahasiswa yang dilindungi tentara berlangsung di Jakarta, sementara pasukan tanpa lencana mengepung istana kepresidenan. Soekarno disarankan untuk meninggalkan pertemuan tersebut dan terbang ke Istana Bogor menggunakan helikopter. 

Di Bogor itulah Supersemar lahir. Setelah menerima Supersemar, pada 12 Maret 1966 Letjen Soeharto membubarkan dan melarang PKI beserta ormas-ormasnya di seluruh Indonesia. Supersemar dianggap sebagai tonggak lahirnya pemerintahan Orde Baru. Pada Sidang Istimewa MPRS tanggal 7–12 Maret 1967, MPR secara resmi mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia kedua. 

Yang menarik, hingga kini naskah asli Supersemar tidak pernah ditemukan. Selama ini beredar tiga versi Supersemar dan tidak ada satu pun yang asli. Ketiga versi tersebut datang dari Pusat Penerangan TNI AD, Sekretariat Negara, dan Akademi Kebangsaan.

Itulah mengapa peristiwa ini tetap menjadi bahan diskusi sejarawan sampai sekarang — bukan sekadar catatan masa lalu, tapi lembaran yang masih penuh tanda tanya.

Hari Kopi Nasional — Rayakan Warisan Ngopi Nusantara

Selain Supersemar, 11 Maret hari ini memperingati hari apa lagi? Ternyata ada perayaan yang jauh lebih hangat secara harfiah.

Hari Kopi Nasional diperingati setiap tanggal 11 Maret untuk menghargai peran petani kopi, pelaku industri, dan budaya "ngopi" di tanah air. Peringatan ini berbeda dengan Hari Kopi Sedunia pada 1 Oktober. Hari Kopi Nasional cenderung fokus pada identitas kopi nusantara dan perannya dalam perekonomian Indonesia.

Hari Kopi Nasional pertama kali diinisiasi pada 2017. Tanggal 11 Maret dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Dewan Kopi Indonesia (Dekopi), sebuah lembaga yang menaungi dan memperjuangkan kepentingan industri kopi nasional.

Indonesia adalah salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Dari Aceh Gayo hingga Toraja, dari Flores hingga Papua kopi Indonesia punya karakter tersendiri yang diakui pasar global. Hari ini jadi momentum untuk kembali menghargai para petani yang berjibaku di kebun setiap harinya.

Hari Perpipaan Sedunia — Peringatan yang Sering Terlupakan

Masih ada satu lagi. Tanggal 11 Maret juga diperingati sebagai Hari Perpipaan Sedunia untuk menghormati peran penting pipa ledeng dalam kesehatan masyarakat. Sejak tahun 2010, Hari Perpipaan Sedunia diperingati untuk mengakui pentingnya sistem perpipaan di seluruh dunia. Dewan Perpipaan Dunia bertanggung jawab menetapkan hari tersebut, dengan tujuan mempromosikan hubungan antara sistem perpipaan yang baik, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.

Terdengar sederhana, tapi akses air bersih lewat sistem perpipaan yang layak masih jadi tantangan nyata di banyak daerah Indonesia. Hari ini mengingatkan bahwa infrastruktur dasar adalah hak semua orang.

Hari Kebudayaan, Perdamaian, Dialog, dan Film Muslim Sedunia

Tanggal 11 Maret diperingati sebagai Hari Kebudayaan, Perdamaian, Dialog, dan Film Muslim Sedunia untuk menyoroti keindahan budaya Muslim. Hari peringatan ini berupaya memberikan wawasan untuk lebih memahami Islam melalui budaya, dialog, dan film. Hari ini diciptakan pada tahun 2010 oleh penulis dan produser Javed Mohammed dari wilayah Teluk San Francisco.

Bagi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, peringatan ini punya resonansi tersendiri.

Rangkuman: 11 Maret Memperingati Apa Saja?

Jadi, 11 Maret hari ini memperingati hari apa? Berikut ringkasannya:

  • Hari Supersemar — memperingati Surat Perintah 11 Maret 1966 yang menjadi titik awal lahirnya Orde Baru
  • Hari Kopi Nasional — merayakan budaya ngopi dan industri kopi Indonesia sejak 2017
  • Hari Perpipaan Sedunia — menghormati pentingnya sistem air bersih bagi kesehatan publik
  • Hari Kebudayaan, Perdamaian, Dialog, dan Film Muslim Sedunia — mendorong pemahaman lintas budaya lewat seni dan dialog

Satu tanggal, empat makna berbeda. Masing-masing punya ceritanya sendiri — dari lorong-lorong sejarah yang kelam, hingga aroma kopi yang mengepul di pagi hari.

Recommended