Seorang mantan pengembang awal dari waralaba Call of Duty mengungkapkan bahwa Activision, selaku penerbit game tersebut, pernah menekan tim pengembang untuk membuat game dengan latar belakang konflik antara Iran dan Israel.
Chance Glasco, salah satu pendiri studio Infinity Ward dan juga pencipta seri Call of Duty, menyampaikan hal tersebut. Menurutnya, ide tersebut muncul setelah para pendiri Infinity Ward meninggalkan studio dan mendirikan Respawn Entertainment.
Glasco menyatakan bahwa Activision memberikan tekanan yang mengganggu tim pengembang untuk mewujudkan konsep tersebut. Ia menambahkan bahwa banyak anggota tim merasa tidak nyaman dengan permintaan tersebut karena dianggap lebih sebagai propaganda politik daripada arahan kreatif dalam pengembangan game.
Pada akhirnya, proyek game dengan skenario konflik Iran-Israel tersebut tidak pernah terealisasi, seperti yang dikutip detikINET dari Techspot, Minggu (8/3/2026).
Pernyataan Glasco muncul di tengah perdebatan mengenai penggunaan cuplikan video game dalam konten komunikasi politik oleh pemerintahan Donald Trump. Gedung Putih baru-baru ini menggunakan footage dari game Call of Duty dalam materi video yang mempromosikan narasi kemenangan militer.
Menurut Glasco, pemanfaatan media hiburan seperti video game untuk memengaruhi opini publik bukanlah fenomena baru. Ia berpendapat bahwa pemerintah di berbagai negara semakin sering memanfaatkan budaya populer untuk menyampaikan pesan terkait isu geopolitik, termasuk perang.
Glasco juga menyinggung kontroversi misi "No Russian" dalam Call of Duty: Modern Warfare 2. Misi tersebut sempat menuai kritik karena menampilkan aksi kekerasan terhadap warga sipil di sebuah bandara.
Glasco menjelaskan bahwa sejak awal, seri Call of Duty memang dirancang untuk menggambarkan perang sebagai sesuatu yang brutal dan tragis, bukan sekadar hiburan. Dalam misi "No Russian", pemain bahkan diberi pilihan untuk melewati level tersebut atau tidak ikut menembaki warga sipil.
Ia juga mengaku sempat menghadapi konsekuensi pribadi setelah skenario tersebut bocor ke publik. Glasco menyebut dirinya kehilangan paspor Rusia dan tidak yakin apakah hingga kini ia masih dilarang memasuki negara tersebut.
Selain itu, pemerintahan Trump juga diketahui menggunakan referensi budaya pop lain dalam kampanye komunikasi mereka, termasuk karakter Master Chief dari seri Halo hingga referensi waralaba Pokémon dalam pesan terkait kebijakan pemerintah.