Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mempercepat pembukaan rekrutmen pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang dikhususkan bagi lulusan SMA/sederajat. Sebanyak 300 lowongan kerja ini akan segera dibuka untuk memenuhi kebutuhan tenaga operasional di lapangan, demikian dilansir dari Medcom.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan respons cepat pemerintah untuk memperkuat pengawasan wilayah pabean Indonesia. Purbaya menekankan urgensi kebutuhan personel yang siap terjun langsung menangani teknis kepabeanan dan cukai yang semakin kompleks.
Ia mengakui rencana rekrutmen ini sempat mengalami penundaan selama beberapa bulan. Namun, mengingat pentingnya penguatan kinerja di titik-titik perbatasan dan pelabuhan, Purbaya menginstruksikan jajarannya untuk segera melaksanakan program tersebut.
“Kalau di Keuangan sendiri kita enggak lama, seperti saya bilang dulu kan buka di Bea Cukai untuk 300 lulusan SMA. Sudah berapa bulan ini enggak jadi-jadi. Saya bilang, eksekusi saja karena saya perlu orang juga yang level pekerjanya betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka,” tutur Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 10 April 2026, sebagaimana dikutip dari Antara.
Posisi teknis lapangan yang dibuka bagi lulusan SMA ini akan difokuskan pada peran-peran pendukung operasional. Peran-peran ini membutuhkan ketangkasan fisik dan kedisiplinan tinggi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan arus barang masuk dan keluar.
Selain itu, rekrutmen ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor cukai. Kebutuhan tenaga lapangan dinilai sangat krusial untuk mendukung operasional DJBC.
Menurut Purbaya, jumlah petugas di level teknis selama ini masih terbatas, sehingga berdampak pada efektivitas pengawasan dan pelayanan kepabeanan. Skema rekrutmen ini dirancang khusus untuk mengisi kebutuhan di lapangan, bukan posisi struktural.
Sinyal Pembukaan CPNS Nasional
Sejalan dengan rekrutmen di Bea Cukai, pemerintah juga tengah mempersiapkan pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara nasional. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, sebelumnya telah mengisyaratkan pemerintah akan membuka sekitar 160 ribu formasi CPNS pada tahun 2026.
Angka tersebut merujuk pada jumlah pegawai negeri sipil yang memasuki masa pensiun pada tahun 2025. Purbaya menjelaskan, meskipun kebijakan CPNS berada di bawah kewenangan Kementerian PANRB, Kemenkeu memastikan kesiapan anggaran untuk perekrutan massal ini.
“CPNS ada wewenangnya di Menpan RB. Namun dari sisi kami, anggaran harusnya ada dan sudah disiapkan,” kata Purbaya. Pembukaan formasi ini diharapkan dapat menjadi peluang bagi masyarakat, khususnya lulusan SMA, untuk berkarier di sektor pemerintahan.