AdaKami Klaim AI Mampu Cegah Penipuan Fintech Hingga 95%

AdaKami mengklaim penggunaan AI mampu mencegah penipuan hingga 95% di tengah maraknya kasus pencurian identitas yang merugikan.

Keamanan digital menjadi perhatian utama dalam industri fintech seiring dengan berkembangnya ancaman siber, termasuk phishing dan pencurian identitas. PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) mengklaim telah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengatasi masalah ini, dengan potensi pencegahan penipuan hingga 95%.

Direktur Utama AdaKami, Bernardino Moningka Vega, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus pencurian identitas di Indonesia menjadi perhatian serius perusahaan.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti yang dikutip dalam whitepaper yang diterbitkan oleh GBG, sebuah perusahaan identitas dan verifikasi global, terjadi peningkatan kasus pencurian identitas sebanyak 25% di Indonesia selama tahun 2023. Kerugian yang diakibatkan mencapai lebih dari Rp 500 miliar. "Inilah mengapa keamanan siber merupakan pilar penting bagi keberlangsungan industri," ujarnya, seperti dikutip dari situs resmi AdaKami, Jumat (27/3/2026).

AdaKami telah mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses pengajuan pinjaman melalui mekanisme electronic Know Your Customer (e-KYC). Calon peminjam diwajibkan mengunggah identitas dan foto diri. Sistem kemudian melakukan verifikasi melalui pengecekan silang dengan database terpercaya. Algoritma AI juga digunakan untuk menganalisis dan mendeteksi anomali serta potensi penipuan.

Teknologi AI yang digunakan AdaKami diklaim mampu mengidentifikasi manipulasi pada gambar atau video. Sistem dapat mendeteksi ekspresi yang tidak wajar, pencahayaan yang tidak sesuai, hingga inkonsistensi bingkai. Perusahaan juga secara rutin memberikan edukasi kepada pengguna mengenai perlindungan data pribadi.

Recommended