Dalam satu dekade terakhir, pertumbuhan transaksi e-commerce telah membuka berbagai peluang kerja baru, salah satunya adalah profesi sebagai affiliator. Pekerjaan ini dianggap menarik karena menawarkan fleksibilitas, membutuhkan modal yang relatif kecil, dan dapat dilakukan dari rumah.
Menurut riset Populix pada tahun 2025, sebanyak 67% affiliator berhasil memperoleh penghasilan tambahan. Hal ini menjadikan profesi affiliator semakin diminati sebagai opsi pekerjaan yang sesuai untuk berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga.
Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa affiliator memiliki potensi besar dalam industri ekonomi kreatif. Menurutnya, profesi ini dapat menjadi jalan bagi ibu rumah tangga dan generasi muda untuk mencapai kemandirian ekonomi.
Teuku Riefky menjelaskan dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026), bahwa resiliensi ekonomi keluarga, dengan memperkuat peran ibu dan generasi muda, menjadi sangat penting di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menambahkan, data menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif mencapai 27,4 juta orang pada tahun 2025, termasuk para affiliator.
Pernyataan tersebut disampaikan Teuku Riefky dalam acara 'Laporan Capaian Program Emak-Emak Matic dan Gen Matic' di Jakarta, pada Rabu (4/3).
Khairani Marda, seorang ibu rumah tangga dari Depok yang dikenal dengan nama panggung Bundo Iren, adalah salah satu contoh sukses. Ia mulai menekuni profesi sebagai Shopee Affiliate sejak Oktober 2025, setelah mengikuti pelatihan Gen Matic yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif RI (Kemenekraf) dan Shopee.
Menurut Bundo Iren, affiliate adalah alternatif pekerjaan yang fleksibel dengan potensi penghasilan yang cukup baik. Profesi ini memberikan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan perannya sebagai ibu rumah tangga.
Ia mengaku mengenal Shopee Affiliate setelah mengikuti pelatihan Gen Matic yang diadakan oleh Shopee dan Kemenekraf tahun lalu.
"Awalnya, saya iseng buat konten promosi pakai barang-barang rumah yang saya beli lewat Shopee. Alhamdulillah dari situ malah dapat penghasilan tambahan jadi keterusan sampai sekarang," tutur Bundo Iren.
Perempuan berusia 36 tahun itu menambahkan bahwa pekerjaan sebagai affiliate dapat dimulai hanya dengan bermodalkan smartphone dan koneksi internet. Menurutnya, kunci utama bukan pada peralatan canggih, melainkan pada kreativitas dan konsistensi dalam membuat konten.
Bundo Iren juga menekankan pentingnya tetap aktif membuat konten dan memahami target penonton. Ia menjelaskan bahwa mayoritas penontonnya berasal dari kalangan ibu-ibu, sehingga ia fokus mempromosikan produk yang relevan, seperti peralatan masak dan perabot rumah.
"Saya juga mengusahakan untuk upload setidaknya tiga konten sehari, karena kalau video kita sering muncul, penonton jadi lebih familiar dan percaya dengan rekomendasi yang saya berikan," jelasnya.
Pelatihan Gen Matic tidak hanya membuka jalan baru bagi Bundo Iren sebagai affiliator, tetapi juga membantunya meningkatkan komisi secara signifikan, hingga 20 kali lipat.
Bundo Iren menyampaikan bahwa Shopee Affiliate membuka peluang bagi banyak orang, khususnya ibu rumah tangga, untuk memperoleh penghasilan dari rumah. Ia mendorong ibu rumah tangga lain untuk mencoba membuat video dengan barang-barang yang ada di rumah.
"Kalau ada kesempatan belajar gratis langsung ikutan aja ya supaya pengetahuan kita bertambah dan semakin termotivasi. Kuncinya adalah semangat dan konsisten, insyaallah akan terbuka rezekinya," tutupnya.
Sebagai informasi, program 'Emak-Emak Matic dan Gen Matic' merupakan inisiatif Kemenekraf yang dirancang untuk membekali ibu rumah tangga dan generasi muda dengan keterampilan digital agar mampu memanfaatkan peluang di ekosistem Shopee.
Hingga saat ini, lebih dari 2.500 peserta di delapan kota (Malang, Jakarta, Bogor, Solo, Balikpapan, Kediri, Bali, dan Tangerang) telah mengikuti pelatihan tersebut. Mereka dipersiapkan untuk mengoptimalkan peran sebagai penjual, merchant, maupun affiliator, sehingga dapat meningkatkan potensi ekonomi melalui platform digital.