Affiliator Jadi Profesi Potensial Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Affiliator dinilai sebagai profesi yang menjanjikan dan potensial di industri ekonomi kreatif, serta dapat meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Dalam satu dekade terakhir, pertumbuhan transaksi e-commerce telah membuka berbagai peluang kerja baru, salah satunya adalah profesi sebagai affiliator. Pekerjaan ini dianggap menjanjikan karena menawarkan fleksibilitas, modal yang minim, serta dapat dilakukan dari rumah.

Menurut riset Populix pada tahun 2025, sebanyak 67% affiliator berhasil mendapatkan penghasilan tambahan. Kondisi ini membuat profesi affiliator semakin diminati sebagai opsi pekerjaan yang bisa dijalankan oleh berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa affiliator memiliki potensi besar dalam industri ekonomi kreatif. Profesi ini dapat menjadi solusi bagi ibu rumah tangga dan generasi muda untuk mencapai kemandirian ekonomi.

Teuku Riefky menyampaikan hal tersebut dalam acara 'Laporan Capaian Program Emak-Emak Matic dan Gen Matic' di Jakarta, pada hari Rabu (4/3).

Khairani Marda, seorang ibu rumah tangga asal Depok yang dikenal dengan nama panggung Bundo Iren, adalah salah satu contoh sukses. Ia mulai menjadi Shopee Affiliate sejak Oktober 2025 setelah mengikuti pelatihan Gen Matic yang diadakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif RI (Kemenekraf) dan Shopee.

Bagi Bundo Iren, affiliate adalah alternatif pekerjaan yang fleksibel dengan penghasilan yang cukup menjanjikan. Profesi ini memberikan kesempatan untuk memperoleh tambahan penghasilan tanpa harus meninggalkan perannya sebagai ibu rumah tangga.

“Awalnya, saya iseng buat konten promosi pakai barang-barang rumah yang saya beli lewat Shopee. Alhamdulillah dari situ malah dapat penghasilan tambahan jadi keterusan sampai sekarang,” tutur Bundo Iren.

Perempuan berusia 36 tahun itu menjelaskan bahwa pekerjaan sebagai affiliate dapat dimulai hanya dengan smartphone dan koneksi internet. Menurutnya, kunci utamanya terletak pada kreativitas dan konsistensi dalam membuat konten, bukan pada peralatan yang canggih.

Bundo Iren juga menekankan bahwa kunci keberhasilan adalah tetap aktif membuat konten dan memahami target penonton. Karena mayoritas penontonnya adalah ibu-ibu, ia fokus mempromosikan produk yang relevan seperti peralatan masak dan perabot rumah.

“Saya juga mengusahakan untuk upload setidaknya tiga konten sehari, karena kalau video kita sering muncul, penonton jadi lebih familiar dan percaya dengan rekomendasi yang saya berikan,” jelasnya.

Pelatihan Gen Matic tidak hanya membuka jalan baru bagi Bundo Iren sebagai affiliator, tetapi juga berhasil meningkatkan komisinya secara signifikan hingga 20 kali lipat.

Bundo Iren menyampaikan bahwa Shopee Affiliate membuka peluang bagi banyak orang, khususnya ibu rumah tangga, untuk memperoleh penghasilan dari rumah. Ia pun mendorong agar ibu rumah tangga lain mencoba membuat video dengan barang yang ada di rumah.

“Kalau ada kesempatan belajar gratis langsung ikutan aja ya supaya pengetahuan kita bertambah dan semakin termotivasi. Kuncinya adalah semangat dan konsisten, insyaallah akan terbuka rezekinya,” tutupnya.

Sebagai informasi, program 'Emak-Emak Matic dan Gen Matic' merupakan inisiatif Kemenekraf yang dirancang untuk membekali ibu rumah tangga dan generasi muda dengan keterampilan digital. Tujuannya agar mereka mampu memanfaatkan peluang di ekosistem Shopee.

Hingga saat ini, lebih dari 2.500 peserta di delapan kota telah mendapatkan pelatihan. Mereka dipersiapkan untuk mengoptimalkan peran sebagai penjual, merchant, maupun affiliator, sehingga dapat meningkatkan potensi ekonomi melalui platform digital.

Menanggapi hal tersebut, Teuku Riefky menjelaskan, "Di tengah ketidakpastian ekonomi global, resiliensi ekonomi keluarga melalui penguatan peran para ibu dan generasi muda menjadi hal krusial. Kalau kita lihat data, jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif di tahun 2025 mencapai 27,4 juta orang, termasuk di dalamnya affiliator," kata Teuku Riefky dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).

Recommended