AI ‘Mata Tuhan’ Visualisasikan Detik-detik Serangan AS ke Iran

Developer memanfaatkan AI untuk merekonstruksi serangan militer ke Iran dalam visualisasi 4D yang dijuluki \

Sebuah video futuristik yang viral di platform X menampilkan visualisasi serangan militer ke Iran, direkonstruksi menggunakan kecerdasan buatan (AI). Proyek ini, yang dijuluki "Mata Tuhan" oleh warganet, memungkinkan pengguna untuk melihat peristiwa tersebut secara menyeluruh dari perspektif global, dengan elemen waktu yang dapat disesuaikan.

Bilawal Sidhu, mantan Product Manager di Google yang kini berfokus pada kecerdasan spasial, membagikan rekonstruksi tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya menggunakan "swarm" agen AI untuk mengumpulkan data Open Source Intelligence (OSINT) sebelum data tersebut hilang dari cache internet.

Visualisasi 4D ini, dibuat menggunakan tool bernama WorldView, menampilkan globe 3D dengan berbagai overlay data real-time. Pengguna dapat memantau perkembangan peristiwa secara kronologis dengan menggeser waktu.

Rekonstruksi tersebut mencakup beberapa elemen penting:

  • Pembersihan wilayah udara di atas Tehran
  • Penguncian koordinat serangan darat
  • Gangguan GPS skala besar
  • Satelit Electro-Optical (EO) dan Synthetic Aperture Radar (SAR) yang melintas
  • Zona larangan terbang di sembilan negara
  • Pergerakan armada kapal di Selat Hormuz

Antarmuka WorldView menampilkan jalur pesawat berwarna merah, zona jamming GPS hijau, serta label seperti "Iran Airspace Closed". Sidhu menekankan bahwa proyek ini murni menggunakan pemrosesan data terbuka dengan AI, tanpa proprietary data fusion.

Operation Epic Fury

Operation Epic Fury adalah operasi militer pimpinan Amerika Serikat bersama Israel, yang dimulai pada 28 Februari 2026. Operasi ini menargetkan fasilitas nuklir, situs rudal, serta infrastruktur militer Iran.

Menurut laporan resmi US Central Command (CENTCOM), serangan awal difokuskan pada komando IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps), sistem pertahanan udara, dan lapangan terbang militer. Pemerintah AS mengklaim operasi tersebut bertujuan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan melemahkan jaringan militernya di kawasan.

Peristiwa ini memicu eskalasi geopolitik yang signifikan di Timur Tengah, termasuk gangguan lalu lintas udara dan maritim di wilayah Teluk Persia.

Reaksi Warganet

Viralnya proyek "Mata Tuhan" memunculkan diskusi tentang masa depan intelijen terbuka. Pengguna X memuji proyek tersebut sebagai contoh bagaimana OSINT dan AI agent dapat membentuk ulang akses terhadap informasi strategis.

@rv_RAJvishnu berpendapat, "Fakta bahwa satu orang dengan data publik dapat membangun sesuatu yang dulunya membutuhkan anggaran dari lembaga dengan tiga huruf (lembaga khusus) adalah inti ceritanya."

@thinklikekai menambahkan, "Sekumpulan agen AI merekam setiap sinyal OSINT sebelum cache dibersihkan. Rekonstruksi 4D operasi militer di laptop. Sejujurnya, ini dulu membutuhkan izin kontraktor pertahanan."

Sidhu berencana merilis WorldView secara publik pada April 2026, menandakan bahwa kemampuan AI dalam memetakan dunia secara real-time baru memasuki tahap awal.

Recommended