PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) mencatatkan perbaikan kinerja finansial signifikan dengan menekan kerugian bersih sebesar 52,7 persen pada Selasa, 28 April 2026. Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan operasional serta strategi efisiensi biaya yang ketat sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Emiten maskapai berkode CMPP tersebut membukukan total pendapatan senilai Rp2,11 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 5,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dilansir dari Medcom, kontribusi utama pendapatan berasal dari penjualan kursi sebesar Rp1,76 triliun dan pendapatan tambahan (ancillary) senilai Rp348 miliar.
Optimalisasi penggunaan armada menjadi faktor kunci di mana Revenue per Available Seat Kilometre (RASK) melonjak 11,4 persen. Selain itu, jumlah penumpang yang diangkut naik 8,9 persen menjadi 1,67 juta orang dengan tingkat keterisian kursi (load factor) mencapai 83 persen.
"Kinerja positif pada kuartal pertama tahun 2026 mencerminkan ketahanan Perseroan serta tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Indonesia AirAsia," kata Direktur Utama AirAsia Indonesia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, dalam keterangan tertulis.
Dari sisi pengeluaran, perusahaan berhasil memangkas beban operasional sebesar 6,1 persen melalui pengelolaan armada yang lebih optimal. Efisiensi biaya perawatan dan pemasaran memungkinkan maskapai mempertahankan struktur biaya yang kompetitif meskipun terdapat fluktuasi nilai tukar Rupiah.
Ekspansi jaringan juga dilakukan sepanjang kuartal I 2026 dengan pembukaan rute internasional Bali-Melbourne dan Bali-Da Nang. Sementara di sektor domestik, maskapai memperkuat konektivitas Indonesia Timur melalui rute baru dari Surabaya dan Makassar menuju beberapa kota seperti Palu, Luwuk, dan Kendari.
Manajemen Perseroan menyatakan akan terus melakukan penyesuaian operasional secara bertahap pada jaringan penerbangan untuk menghadapi dinamika harga minyak global. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas operasional yang sehat bagi masyarakat di periode mendatang.