Akses Pendidikan di Aceh Tamiang Belum Pulih

Akses pendidikan di Aceh Tamiang belum pulih akibat banjir Sumatra akhir November 2025. Jembatan dan jalan masih terputus.

Akses pendidikan di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, masih terhambat akibat dampak banjir Sumatra yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.

Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen, Jamjam Muzaki, mengungkapkan bahwa banyak sekolah yang aksesnya terputus karena infrastruktur seperti jembatan dan jalan yang rusak akibat longsor.

Menurut Muzaki, beberapa jembatan di Aceh Tamiang belum tersambung kembali. Akibatnya, guru harus menyeberangi sungai dengan bantuan tali untuk mencapai sekolah.

"Dengan menggunakan sling gitu ya, jadi kayak tambang gitu, menggunakan sling saja," beber dia.

Pihaknya terus berupaya memulihkan akses jalan dan memberikan pendampingan sosial kepada warga sekolah yang terdampak.

Muzaki menambahkan, banyak guru dan siswa yang menjadi korban banjir, mengalami luka-luka, kehilangan tempat tinggal, atau bahkan meninggal dunia.

Untuk mengatasi situasi darurat, pihaknya telah mendirikan tenda darurat sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Sebanyak 168 tenda telah disalurkan.

"Kami sudah distribusi sekitar 168 tenda dan mungkin saat ini masih ada banyak sekolah yang ada di tenda gitu ya. Juga ada 44 sekolah yang kita bangunkan ruang kelas darurat jadi semi permanen untuk sementara sampai proses pemulihan berjalan," jelas dia.

Recommended