Banyak individu merasa telah mengerahkan upaya maksimal dalam pekerjaan, rutin menghadiri acara jejaring, dan bertukar ratusan kartu nama. Namun, peluang yang diharapkan kerap tak kunjung tiba. Kondisi ini ternyata bukan semata-mata soal kurangnya usaha, melainkan terdapat tiga alasan fundamental yang seringkali terlewatkan, demikian dilansir dari Medcom.
Menurut Direktur Bisnis Mitologi Inspira, Dedy Dahlan, berbagai tujuan yang diinginkan seseorang, mulai dari memperoleh pelanggan baru, mencari pemasok, hingga mencapai jenjang karier yang lebih tinggi, umumnya terwujud melalui perantara orang lain. Peluang tersebut jarang muncul begitu saja.
Oleh karena itu, kegagalan mencapai tujuan tidak selalu mengindikasikan kurangnya kerja keras atau kualitas produk yang buruk. “Artinya kalau belum dapat, artinya ini bukan masalah kerja keras, bukan berarti Anda kurang keras kerjanya, bukan berarti teman-teman kurang, kerjanya kurang berat lah gitu, bukan kayak gitu. Bukan berarti kurang rajin. Atau bukan berarti kalau Anda pengusaha, bukan berarti produk Anda kurang bagus. Anda cuma belum ketemu orang yang tepat," jelas Dedy dalam Webinar Tak Kenal Maka Tak Cuan, Jumat, 10 April 2026.
Dedy Dahlan mengidentifikasi alasan pertama sebagai kegagalan untuk mengenal orang yang tepat. Ia berpandangan bahwa kebiasaan menghadiri acara jejaring dan bertukar kartu nama secara masif tidak secara otomatis membuka pintu peluang. Tanpa adanya hubungan yang bermakna, nama seseorang cenderung mudah terlupakan.
“Kartu nama kita dapat segepok, kita kasih segepok, kemudian kartu nama kita taruh laci, terus beberapa saat lupa, kemudian kita buka laci lagi dan kita pikir, siapa ini orang? Nah, sekarang perlu kita akui, secara jujur, kartu nama kita sama mereka juga gitu, teman-teman,” ujarnya. Ini menunjukkan pentingnya kualitas hubungan dibandingkan kuantitas.
Alasan kedua yang disebutkan adalah ketidaktahuan banyak orang mengenai jaringan atau koneksi sebenarnya yang dimiliki oleh individu di sekitar mereka. Dedy membagikan pengalamannya saat berjuang mencari akses ke sebuah perusahaan besar. Ia akhirnya berhasil terhubung melalui seorang teman lama yang ternyata memiliki kedekatan dengan pihak HR di perusahaan tersebut.
“Selama ini kita sudah kenal, tapi saya tidak tahu dia punya network itu. Setelah ketemu dia bisa menyambungkan,” kata dia, menyoroti pentingnya menggali lebih dalam potensi koneksi yang sudah ada.