Sebanyak 15 perusahaan teknologi terkemuka dari 10 negara telah bersatu untuk membentuk Trusted Tech Alliance (TTA). Aliansi global ini berlandaskan prinsip bersama untuk membangun ekosistem teknologi yang terpercaya.
Inisiatif ini bertujuan membangun kepercayaan publik secara luas, memastikan manfaat teknologi dapat dirasakan oleh masyarakat global. TTA berkomitmen memajukan technology stack yang tepercaya.
Pengumuman pembentukan TTA disampaikan pada 18 Maret 2026, dalam Munich Security Conference. Aliansi ini menyatukan penyedia teknologi dari Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Tujuannya adalah melayani pelanggan di seluruh dunia di tengah dinamika global yang kompleks.
Fokus utama aliansi ini adalah ekosistem teknologi, mulai dari konektivitas dan infrastruktur cloud, hingga semikonduktor, perangkat lunak, dan kecerdasan buatan (AI).
Pembentukan TTA adalah respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan keandalan dan ketahanan dari penyedia teknologi. Pengguna dan negara-negara menuntut tingkat keamanan yang lebih tinggi, tanpa memandang asal negara pemasok.
Prinsip-prinsip TTA dirancang untuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan anggotanya mematuhi komitmen bersama terkait transparansi, keamanan, dan perlindungan data. Aliansi ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Perusahaan yang telah menandatangani Trusted Tech Alliance meliputi: Anthropic, AWS, Cassava Technologies, Cohere, Ericsson, Google Cloud, Hanwha, Jio Platforms, Microsoft, Nokia, Nscale, NTT, Rapidus, Saab, dan SAP.
Para anggota TTA menyepakati lima prinsip utama yang akan menjadi landasan pengembangan, penerapan, pengoperasian, dan kolaborasi sebagai penyedia teknologi global:
- Tata Kelola Korporasi yang Transparan dan Etis
- Transparansi Operasional, Pengembangan yang Aman, dan Penilaian Independen
- Supply Chain yang Tangguh dan Pengawasan Keamanan
- Ekosistem Digital yang Terbuka, Kolaboratif, Inklusif, dan Tangguh
- Kepatuhan terhadap Hukum dan Perlindungan Data
Börje Ekholm, President dan CEO Ericsson, menyatakan, "Kepercayaan dan keamanan hanya bisa dicapai melalui kerja sama, dan TTA diluncurkan untuk menghadirkan praktik kepercayaan yang dapat dibuktikan di seluruh ekosistem digital."
Brad Smith, Vice Chair dan President Microsoft, menambahkan bahwa aliansi ini tidak berlandaskan pada asal negara penyedia teknologi, melainkan pada komitmen bersama terhadap pelanggan.
Senada, Marcus Jadotte, Vice President Government Affairs dan Public Policy Google Cloud, mengatakan TTA akan memperkuat prinsip Google Cloud dalam mendukung pilihan, kepercayaan, dan kedaulatan pelanggan melalui kemitraan lokal.
Pendiri dan Executive Chairman Cassava Technologies, Strive Masiyiwa, meyakini bahwa kepemimpinan yang bertanggung jawab dan kolaborasi global sangat penting untuk memastikan teknologi terus mendorong kemajuan manusia dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
TTA berkomitmen untuk terus membangun komunitas penyedia layanan global yang mendedikasikan diri untuk memajukan technology stack yang tepercaya, saling terhubung, dan terbuka.