Amartha Perkuat Ekonomi Desa dengan Platform Donasi Digital

Amartha luncurkan platform Amartha Empower untuk perluas dampak sosial dan perkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa melalui donasi digital.

Amartha meluncurkan platform donasi digital Amartha Empower sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah perdesaan. Platform ini bertujuan untuk memperluas dampak sosial dari ekosistem layanan keuangan digital yang telah dibangun Amartha.

Semangat berbagi masyarakat Indonesia yang tinggi menjadi latar belakang peluncuran platform ini. Data World Giving Index menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara paling dermawan di dunia.

Pemanfaatan donasi publik kini meluas untuk mendukung program sosial jangka panjang, termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Amartha Empower berada di bawah naungan Amartha.org, yayasan yang dibentuk perusahaan.

Aria Widyanto, Ketua Amartha, menjelaskan bahwa Amartha telah mengembangkan model gotong royong sejak 2010. Model ini menghubungkan investor dengan jutaan perempuan pelaku usaha mikro di desa melalui akses pembiayaan.

Menurutnya, dukungan dari komunitas yang lebih luas akan mempercepat kemajuan ekonomi masyarakat desa. Amartha Empower diharapkan dapat memperluas semangat gotong royong ke ranah donasi publik.

Dana yang terkumpul akan disalurkan ke berbagai program pemberdayaan yang membantu pelaku usaha desa memperkuat bisnis, memulihkan penghidupan setelah krisis, serta menciptakan peluang ekonomi baru.

"Melalui Amartha Empower, kami ingin membawa semangat yang sama ke ranah donasi publik. Dengan dukungan jaringan Amartha yang telah menjangkau lebih dari 50.000 desa, kontribusi publik akan dihubungkan dengan berbagai program pemberdayaan yang membantu masyarakat desa memperkuat usaha, memulihkan penghidupan, dan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan,” ujar dia.

Amartha Empower telah memperoleh izin sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pada 2025 dari Badan Amil Zakat Nasional. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan tata kelola dana sosial.

Status UPZ memungkinkan platform untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat, donasi, serta sedekah secara lebih terstruktur dan akuntabel. Keberadaan UPZ juga memperluas akses masyarakat untuk berkontribusi melalui kanal digital.

Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS, menyatakan bahwa penunjukan yayasan Amartha sebagai UPZ diharapkan dapat mempermudah karyawan, mitra, serta jaringan ekosistem Amartha dalam menyalurkan zakat secara amanah dan profesional.

Ia menambahkan, optimalisasi penghimpunan dana sosial melalui platform digital diharapkan dapat memperbesar dampak program pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Melalui UPZ ini, kami berharap penghimpunan dana zakat, donasi, dan sedekah dapat semakin optimal, termasuk melalui kanal digital, sehingga penyalurannya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas dia.

Dampak Nyata dari Program Sosial

Salah satu contoh implementasi program Amartha Empower adalah upaya pemulihan wilayah yang terdampak banjir di Aceh dan Sumatra. Dana yang berhasil dihimpun sekitar Rp2,5 miliar disalurkan kepada lebih dari 32.000 mitra UMKM yang terdampak bencana.

Bantuan yang diberikan meliputi distribusi logistik, renovasi sekolah, penyediaan air bersih, layanan dapur umum, hingga perlengkapan tidur dan kebutuhan kebersihan. Program ini juga mencakup pendampingan psikososial bagi perempuan dan anak-anak yang terdampak.

Aria menjelaskan bahwa pengalaman mendampingi masyarakat pascabencana menunjukkan bahwa ketangguhan masyarakat sering kali muncul dari kekuatan kolektif warga.

Ia mencontohkan perbaikan infrastruktur irigasi yang rusak melalui kerja sama masyarakat setempat. Saluran irigasi yang telah diperbaiki kini kembali mengairi sekitar 53 hektare sawah dan 30 hektare ladang milik 735 warga di Kabupaten Agam.

Aktivitas pertanian di wilayah tersebut diperkirakan akan pulih dalam beberapa bulan mendatang, dengan potensi nilai panen mencapai sekitar Rp3,8 miliar.

Ira, seorang penerima manfaat sekaligus mitra Amartha di Jorong Toboh, Kabupaten Agam, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat membantu warga untuk bangkit setelah bencana.

Ia menyampaikan, perbaikan irigasi memungkinkan para petani kembali menanam dan memulihkan mata pencaharian mereka, selain membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.

“Selain membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga, perbaikan saluran irigasi juga memungkinkan sawah dan ladang kami kembali dialiri air sehingga para petani dapat kembali menanam dan memulihkan mata pencaharian,” tegas dia.

Ke depan, Amartha membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak agar semakin banyak program pemberdayaan masyarakat dapat diwujudkan melalui Amartha Empower.

Menurut Aria, platform ini dirancang sebagai kelanjutan dari misi utama perusahaan dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa, bukan hanya sebagai sarana penggalangan dana.

Amartha berharap setiap kontribusi publik dapat diarahkan untuk membangun peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro di perdesaan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Recommended