Amazon secara resmi mengakuisisi penyedia konektivitas satelit Globalstar senilai USD 11,57 miliar atau sekitar Rp198,1 triliun pada Rabu (15/4/2026) guna memperluas jangkauan layanan internet satelit Amazon Leo. Kesepakatan strategis ini memastikan integrasi perangkat Apple, termasuk iPhone dan Apple Watch, ke dalam jaringan satelit orbit rendah milik Amazon di masa depan.
Langkah korporasi ini mencakup pengalihan lisensi spektrum, operasional, serta seluruh aset Globalstar untuk digabungkan ke dalam konstelasi satelit Amazon Leo. Dilansir dari Detik iNET, Amazon berkomitmen untuk tetap mempertahankan layanan darurat yang sudah ada seperti Emergency SOS bagi pengguna produk Apple.
Apple sebelumnya telah memegang 20 persen saham Globalstar setelah melakukan investasi sebesar USD 1,5 miliar atau setara Rp25,7 triliun pada tahun 2024. Melalui struktur baru ini, Amazon dan Apple telah menandatangani perjanjian tambahan untuk penyediaan konektivitas satelit pada fitur-fitur perangkat saat ini maupun generasi mendatang.
"Dengan perjanjian terbaru Amazon-Apple, Amazon akan terus mendukung model iPhone dan Apple Watch yang saat ini menggunakan konstelasi satelit orbit rendah Globalstar yang sudah ada dan yang akan datang," tulis Amazon dalam pengumuman resminya sebagaimana dilaporkan oleh The Verge.
Amazon juga menyatakan bahwa kolaborasi ini akan melibatkan penggunaan jaringan satelit yang diproduksi oleh MDA Space. Perusahaan berencana mengembangkan layanan baru yang lebih luas dengan memanfaatkan infrastruktur Amazon Leo untuk menghubungkan perangkat seluler secara langsung ke satelit.
Persaingan di sektor internet satelit diperkirakan akan semakin ketat, terutama dengan Starlink milik SpaceX yang sudah memiliki 10.000 satelit di orbit. Saat ini, Amazon Leo baru mengoperasikan 200 satelit namun telah merencanakan peluncuran lebih dari 3.200 satelit tambahan, ditambah dukungan 25 satelit dari Globalstar.
Berbeda dengan skema Starlink yang bermitra dengan operator seluler seperti T-Mobile untuk layanan pesan, Amazon mengindikasikan fokus pada penyediaan internet berkecepatan tinggi secara global. Proses akuisisi ini dijadwalkan selesai sepenuhnya pada tahun 2027 setelah mendapatkan persetujuan dari otoritas regulasi terkait.