Amazon Luncurkan Internet Satelit Leo Pesaing Starlink Pertengahan 2026

Amazon resmi umumkan layanan internet satelit Leo meluncur pertengahan 2026 dengan kecepatan hingga 1Gbps untuk menantang dominasi Starlink milik SpaceX.

Amazon mengumumkan rencana peluncuran layanan internet satelit terbarunya, Amazon Leo, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026 mendatang. Informasi ini disampaikan langsung oleh CEO Amazon, Andy Jassy, melalui surat tahunan kepada pemegang saham pada Senin (13/4/2026).

Layanan yang sebelumnya dikenal sebagai Project Kuiper ini dirancang khusus untuk menjadi pesaing utama Starlink milik SpaceX. Dilansir dari Detik iNET, Amazon Leo diklaim mampu mendukung kecepatan unduh hingga 1Gbps, atau jauh melampaui performa Starlink yang saat ini berada di kisaran 45 hingga 280 Mbps.

"Leo akan berintegrasi secara mulus dengan AWS untuk memungkinkan perusahaan dan pemerintah memindahkan data bolak-balik untuk penyimpanan, analitik, dan AI," kata Andy Jassy, CEO Amazon. Pernyataan tersebut menegaskan fokus layanan ini pada sektor korporasi dan pemerintahan di tahap awal.

Hingga saat ini, Amazon telah menjalin kerja sama uji coba dengan sejumlah perusahaan besar. Maskapai penerbangan Delta dan JetBlue dilaporkan telah menandatangani kesepakatan untuk menggunakan layanan Leo dalam menyediakan konektivitas bagi penumpang di pesawat mulai tahun 2028.

Selain sektor penerbangan, raksasa telekomunikasi seperti AT\&T dan Vodafone, serta lembaga antariksa NASA, juga masuk dalam daftar mitra strategis. Amazon menjanjikan performa uplink delapan kali lebih cepat dan kecepatan unduh dua kali lipat dibandingkan kompetitor yang ada saat ini.

Meskipun menawarkan spesifikasi tinggi, Amazon Leo masih menghadapi tantangan infrastruktur yang besar. Saat ini, baru terdapat 241 satelit yang mengorbit di luar angkasa, berbanding jauh dengan Starlink yang telah mengoperasikan lebih dari 10.000 satelit sejak tahun 2019.

Amazon juga telah mengajukan permohonan perpanjangan tenggat waktu kepada Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat. Perusahaan meminta kelonggaran dari target awal 1.600 satelit pada Juli 2026 menjadi hanya sekitar 700 satelit yang diprediksi siap beroperasi pada periode tersebut.

Untuk mengejar ketertinggalan, Amazon telah mengamankan kontrak peluncuran tambahan dengan SpaceX dan Blue Origin. Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan layanan secara komersial sesuai target yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.

Recommended