Amelia Khairani Sutrisno, masinis perempuan pertama di Indonesia, berhasil menuntaskan studi Master of Science bidang Railway Systems Engineering and Integration di University of Birmingham, Inggris, pada Desember 2025. Pencapaian ini diraih Amelia melalui program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang ditempuh sejak September 2024.
Dilansir dari Medcom pada Sabtu, 18 April 2026, Amelia merupakan pengemudi kereta di PT MRT Jakarta yang telah menekuni profesi tersebut selama lebih dari delapan tahun. Ia tercatat mulai bekerja sebagai train driver secara penuh waktu sejak Oktober 2017.
Sebelum melanjutkan studi ke Inggris, Amelia memiliki latar belakang pendidikan Diploma di Politeknik Perkeretaapian Indonesia yang diselesaikan pada Juli 2017. Ia kemudian meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Jayabaya pada Juni 2022 sembari tetap menjalankan kariernya sebagai masinis.
"Justru LPDP ini adalah gerbang dan juga jalan, sarana untuk mencapai kontribusi yang lebih besar lagi," kata Amelia Khairani Sutrisno, Masinis MRT Jakarta. Ia menegaskan bahwa pendidikan yang ditempuhnya merupakan tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat nyata bagi transportasi di Indonesia.
Visi utama yang ingin diwujudkan Amelia adalah terciptanya integrasi transportasi yang mudah diakses dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Ia berharap konektivitas transportasi ini tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah antar kota hingga antar pulau.
Amelia mengakui adanya tantangan dalam menjalani profesi yang didominasi oleh laki-laki, namun ia tetap mengedepankan profesionalisme dan standar keselamatan kerja. Baginya, komitmen dalam melayani masyarakat menjadi nilai utama yang sejalan dengan semangat kepemimpinan yang ditanamkan melalui program beasiswa negara tersebut.
Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari di wilayah Jakarta Raya, Amelia bertanggung jawab atas operasional rangkaian kereta yang aman dan andal bagi penumpang. Pengalamannya di industri perkeretaapian selama delapan tahun menjadi modal penting dalam mengimplementasikan ilmu sistem perkeretaapian yang diperoleh dari Inggris.