Anduril Industries, perusahaan teknologi pertahanan asal Amerika Serikat, bersiap untuk memulai produksi drone tempur berkecepatan tinggi FURY. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya ketertarikan militer AS pada penggunaan pesawat tanpa awak, terutama setelah melihat efektivitasnya di medan perang seperti Ukraina dan Iran.
Produksi akan berlangsung di fasilitas baru yang berlokasi strategis di Ohio, sekitar 32 km sebelah selatan Columbus. Lokasi ini, yang dikelilingi oleh ladang jagung dan peternakan kuda, dipilih dengan harapan dapat merevolusi manufaktur senjata dengan menghadirkan teknologi canggih secara lebih cepat dan dengan biaya yang lebih efisien, sebuah visi yang didukung oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Matt Grimm, salah satu pendiri sekaligus kepala operasional Anduril, menjelaskan bahwa pendekatan manufaktur mereka sangat berbeda dari kontraktor pertahanan tradisional. Perusahaan memprioritaskan kemampuan manufaktur sejak awal proses desain, alih-alih mendesain produk terlebih dahulu dan baru memikirkan cara produksinya.
Anduril memilih material komersial seperti aluminium, menggunakan teknik komposit dari industri perahu rekreasi, dan mesin jet bisnis komersial untuk program FURY. Pemilihan ini didasarkan pada rantai pasokan dan ekosistem pemeliharaan yang sudah mapan.
Fasilitas di Ohio ini akan menjadi lokasi peluncuran pertama untuk produksi pesawat otonom FURY. Produk ini merupakan bagian dari program Pesawat Tempur Kolaboratif Angkatan Udara AS, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan jet tempur mereka.
"Sejak prototipe pertama, kami telah bekerja sama dengan para insinyur kami di setiap pembuatan, memikirkan, bagaimana kita mendesainnya untuk produksi," kata Grimm dikutip dari Reuters, Jumat (20/3/2026).
Anduril saat ini mengoperasikan fasilitas produksi di berbagai lokasi, termasuk Mississippi, Australia, Rhode Island, Colorado, Atlanta, Carolina Utara, dan California Selatan.