Pemain bertahan Timnas Indonesia, Jay Idzes, resmi mengamankan posisi inti di jantung pertahanan klub Serie A, Sassuolo, pada musim kompetisi 2026 setelah menunjukkan performa konsisten. Capaian ini menjadi puncak perkembangan kariernya di Italia menyusul kepindahannya dari Venezia yang telah membesarkan namanya.
Pemain kelahiran Mierlo, Belanda, tersebut kini menjadi pilar penting dalam strategi pertahanan yang diterapkan pelatih Fabio Grosso di Sassuolo. Dilansir dari Bola, Idzes direkrut oleh manajemen Sassuolo setelah tampil stabil bersama Venezia sepanjang periode 2023 hingga 2025.
Karier profesional Idzes di kancah sepak bola Eropa bermula dari pondasi kuat di akademi PSV Eindhoven sejak usia sembilan tahun. Selama lima tahun di akademi tersebut, ia menjalani rutinitas latihan teknik dan fisik yang intensif sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke FC Eindhoven dan Go Ahead Eagles.
"Saya sudah bermain sepak bola sejak usia empat sampai lima tahun. Dan tentu saja seperti banyak anak, mimpi saya selalu ingin menjadi pemain sepak bola profesional," ujar Jay Idzes, pemain bertahan Sassuolo tersebut.
Selain sukses di level klub, Idzes memegang tanggung jawab besar sebagai kapten Timnas Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional sepanjang tahun 2026. Ia dijadwalkan memimpin skuat Garuda dalam sejumlah agenda padat, mulai dari laga persahabatan FIFA Matchday hingga turnamen ASEAN Cup.
Idzes mengungkapkan bahwa disiplin tinggi dan dukungan keluarga, terutama ibunya, menjadi faktor utama keberhasilannya menembus kasta tertinggi liga Italia. Ia menganggap sang ibu sebagai pelatih pertama yang menularkan kecintaan terhadap sepak bola sekaligus membentuk karakter permainannya sejak usia remaja.
Penekanan pada kerja keras menjadi prinsip utama Idzes dalam menjaga eksistensinya di kompetisi elit Eropa. Ia menegaskan bahwa setiap kesempatan yang datang harus dibayar dengan komitmen latihan yang keras untuk mempertahankan kualitas performa di lapangan hijau.