Ant International Luncurkan Agentic Mobile Protocol Permudah Pembayaran AI

Ant International merilis Agentic Mobile Protocol (AMP) untuk menghubungkan agen AI dengan 4,4 miliar pengguna dompet digital di seluruh dunia.

Ant International secara resmi meluncurkan Agentic Mobile Protocol (AMP) di Jakarta pada Kamis (30/4/2026) sebagai kerangka kerja pembayaran agentic pertama di dunia untuk antarmuka mobile. Inovasi ini mengintegrasikan agen kecerdasan buatan (AI) dengan ekosistem dompet digital dan perangkat wearable secara aman.

Protokol berbasis open-source ini memungkinkan model bahasa besar (LLM) dan merchant terhubung dengan lebih dari 4,4 miliar pengguna dompet digital secara global. Langkah ini diambil guna mendukung pertumbuhan pasar agentic commerce yang diprediksi menembus angka USD28 miliar pada tahun 2030, dilansir dari Medcom.

Penggunaan AMP diklaim mampu memangkas langkah integrasi agen pembayaran hingga 50 persen dibandingkan metode konvensional. Berbeda dengan sistem berbasis kartu, teknologi ini dirancang secara AI-native untuk mengelola otentikasi dan verifikasi transaksi secara otomatis.

"Protokol yang menjamin efisiensi serta keamanan andal akan menjadi kunci bagi bisnis untuk memperluas jangkauan ke pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia," kata Jiang-Ming Yang, Chief Innovation Officer Ant International.

Salah satu fitur unggulan protokol ini adalah settlement agent-to-agent (A2A) yang memungkinkan transaksi mikro hingga nominal USD0,000001 secara real-time. Kemampuan ini ditujukan untuk mendukung interaksi ekonomi antar agen AI yang tidak terakomodasi oleh sistem perbankan tradisional.

Aspek keamanan diperkuat melalui penerapan kerangka Know Your Agent (KYA) untuk identitas digital dan Agent Trust Rating sebagai sistem manajemen risiko. Teknologi ini juga memiliki mekanisme jaminan uang kembali guna memitigasi risiko pengambilalihan akun mitra.

Saat ini, Ant International telah menjalin kemitraan dengan 40 penyedia dompet digital melalui jaringan Alipay+ yang menjangkau 1,8 miliar akun pengguna. Perusahaan juga berkolaborasi dengan Google, Mastercard, dan Visa dalam menyusun standar universal untuk masa depan transaksi digital global.

Recommended