Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Kemitraan Indonesia (BKI) Tahun 2026 pada April 2026. Program ini ditujukan khusus bagi dosen tetap untuk melanjutkan studi jenjang doktor di perguruan tinggi luar negeri.
Skema pendanaan BKI menggunakan sistem pendanaan bersama atau co-funding antara pemerintah Indonesia dan perguruan tinggi tujuan. Sebagaimana dilansir dari Medcom, perguruan tinggi luar negeri yang menjadi mitra wajib memberikan pembebasan biaya kuliah atau tuition waiver selama durasi studi.
Kriteria utama pelamar adalah dosen tetap di bawah pembinaan Kemendiktisaintek yang memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Batas usia maksimal bagi pendaftar adalah 45 tahun terhitung per 31 Desember pada tahun pendaftaran.
Kementerian menetapkan durasi pembiayaan beasiswa ini maksimal selama empat tahun. Prioritas penerimaan akan diberikan kepada para pendidik yang berasal dari perguruan tinggi di wilayah afirmasi.
Para pendaftar diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal TOEFL ITP 560, TOEFL iBT 80, atau IELTS 6,5. Selain itu, pelamar harus menyertakan Letter of Acceptance (LoA) tanpa syarat dan bukti korespondensi intensif dengan calon promotor di luar negeri.
Komponen pendanaan yang ditanggung mencakup biaya masuk, tiket pesawat ekonomi pulang-pergi, biaya visa, serta biaya hidup bulanan. Penerima beasiswa juga akan mendapatkan asuransi kesehatan, subsidi penelitian, biaya buku, dan tunjangan keluarga yang dimulai pada tahun kedua studi.
Beberapa perguruan tinggi mitra yang tersedia antara lain University of Galway, Coventry University, Victoria University, hingga National Taiwan University of Science and Technology. Pelamar tetap diperbolehkan memilih kampus di luar daftar tersebut selama pihak universitas bersedia memberikan pembebasan biaya studi.
Proses seleksi akan dilakukan melalui beberapa tahapan yang meliputi seleksi administrasi dan wawancara. Penilaian akhir didasarkan pada kualitas proposal penelitian, rekam jejak akademik, serta kemampuan komunikasi bahasa Inggris kandidat.