Intensitas Api Gerbang Neraka Turkmenistan Menurun Signifikan

Nyala api kawah gas Darvaza di Turkmenistan dilaporkan meredup hingga tiga kali lipat akibat aktivitas ekstraksi gas dan faktor alam di Gurun Karakum.

Intensitas nyala api di kawah gas Darvaza, yang populer dijuluki sebagai Gerbang Neraka di Turkmenistan, dilaporkan mulai meredup secara signifikan pada Mei 2026 setelah berkobar selama lebih dari lima dekade di Gurun Karakum.

Dilansir dari Detik iNET, penurunan aktivitas pembakaran ini dikonfirmasi oleh pemerintah Turkmenistan melalui data yang menunjukkan bahwa kobaran api mengecil hingga hampir tiga kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

"Penurunan intensitas api mencapai hampir tiga kali lipat," kata Irina Luryeva, Direktur perusahaan energi milik negara Turkmengaz, dalam sebuah konferensi yang menyoroti kondisi terkini situs tersebut.

Pemerintah setempat mengaitkan redupnya api dengan pengoperasian dua sumur bor baru di dekat kawah pada tahun 2024 yang bertujuan mengekstraksi gas alam langsung dari sumbernya.

Namun, data satelit independen dari perusahaan Inggris, Capterio, menunjukkan bahwa penurunan intensitas api sebenarnya sudah terjadi sebelum sumur tersebut dibuat, yang mengindikasikan adanya pengaruh faktor alam.

Kawah dengan lebar 70,1 meter dan kedalaman 20,1 meter ini terbentuk sejak 1971 setelah kegagalan pengeboran Uni Soviet yang menyebabkan tanah ambles dan pelepasan gas metana masif.

Meskipun api meredup, data dari Carbon Mapper mengungkapkan bahwa kawah tersebut masih melepaskan metana dalam jumlah besar, dengan rata-rata 1.300 kilogram per jam sepanjang 2022 hingga 2025.

Para ilmuwan menyatakan kekhawatiran jika api tersebut benar-benar padam secara total, karena gas metana mentah yang tidak terbakar memiliki efek rumah kaca 30 kali lebih kuat daripada karbon dioksida.

Emisi metana di lokasi ini bahkan sempat melonjak hingga 1.960 kilogram per jam pada Oktober 2025, yang mempertegas besarnya potensi dampak lingkungan jika gas tersebut terlepas langsung ke atmosfer tanpa terbakar.

Recommended