Apple Ancam Hapus Grok dari App Store Akibat Konten Deepfake Seksual

Apple memberikan peringatan keras kepada X untuk membenahi moderasi konten Grok guna mencegah penyebaran gambar seksual tanpa konsensus.

Raksasa teknologi Apple memberikan peringatan keras untuk menghapus aplikasi kecerdasan buatan Grok dari layanan App Store pada April 2026. Langkah ini diambil setelah platform milik Elon Musk tersebut tersandung skandal pembuatan gambar seksual tanpa konsensus (deepfake).

Dilansir dari Detik iNET, ancaman penghapusan muncul karena chatbot Grok terbukti mampu menghasilkan gambar vulgar yang mencatut wajah perempuan dan anak-anak. Integrasi Grok di dalam platform X memudahkan pengguna memicu pembuatan konten tersebut hanya melalui perintah teks sederhana.

Laporan NBC News mengungkapkan bahwa Apple sempat menolak pembaruan aplikasi yang diajukan oleh tim X karena dinilai belum membawa perubahan signifikan pada sistem moderasi. Tekanan dari publik dan senator Amerika Serikat memaksa Elon Musk untuk segera melakukan perbaikan internal.

"Apple meninjau pengajuan selanjutnya yang dibuat oleh para pengembang dan menentukan bahwa X telah secara substansial menyelesaikan pelanggarannya, tetapi aplikasi Grok tetap tidak sesuai," tulis pihak Apple dalam surat resminya terkait penolakan awal aplikasi tersebut.

Apple menegaskan bahwa perubahan tambahan sangat diperlukan agar Grok tidak didepak secara permanen dari toko aplikasi mereka. Perusahaan pimpinan Tim Cook tersebut mewajibkan pengembang untuk menyusun rencana peningkatan moderasi konten yang lebih ketat guna melindungi pengguna.

Setelah melalui rangkaian negosiasi dan pembaruan sistem lebih lanjut, Apple akhirnya menyetujui versi terbaru Grok. Pihak Apple menyatakan bahwa pengembang Grok telah menunjukkan peningkatan substansial dalam menyaring konten sensitif sehingga aplikasi diizinkan tetap beroperasi.

Meskipun volume gambar ilegal dilaporkan menurun signifikan sejak awal tahun, NBC News menyebutkan bahwa Grok masih ditemukan menghasilkan konten serupa dalam sebulan terakhir. Tim pengembang X kini berada di bawah pengawasan ketat untuk memastikan insiden serupa tidak terulang kembali.

Recommended