Raksasa teknologi Apple dilaporkan tengah mengembangkan sistem operasi iOS 27 dengan integrasi empat fitur kecerdasan buatan baru melalui ekosistem Apple Intelligence pada Kamis (16/4/2026). Pembaruan ini bertujuan menjadikan AI sebagai inti pengalaman pengguna, bukan sekadar fitur tambahan.
Peningkatan signifikan direncanakan hadir pada fitur Visual Intelligence yang memungkinkan pengguna memindai label nutrisi makanan menggunakan kamera iPhone. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Medcom, sistem ini mampu menganalisis kandungan kalori, gula, hingga makronutrien secara langsung.
Selain analisis nutrisi, Visual Intelligence juga dirancang untuk mengenali informasi teks seperti nomor telepon dan alamat pada dokumen fisik. Data tersebut nantinya dapat disimpan secara otomatis ke dalam daftar kontak pengguna untuk meningkatkan efisiensi input data.
Aplikasi Wallet atau dompet digital turut mendapatkan pembaruan berbasis AI yang memungkinkan konversi dokumen fisik menjadi versi digital. Pengguna dapat memindai tiket fisik, kartu keanggotaan, atau dokumen lainnya untuk divalidasi dan disimpan langsung di dalam aplikasi.
Pada sektor produktivitas, browser Safari akan dilengkapi dengan fitur pengelompokan tab otomatis berbasis topik. AI akan mengorganisasi tab yang terbuka, seperti memisahkan kategori rencana perjalanan dengan kumpulan resep makanan, guna memudahkan navigasi pengguna saat berselancar di internet.
Integrasi Apple Intelligence ini dikabarkan akan merambah lebih luas ke berbagai aplikasi sistem guna menciptakan otomatisasi yang lebih kontekstual. Pengembangan ini merujuk pada temuan kode internal yang menunjukkan ambisi Apple dalam memperkuat ekosistem kecerdasan buatan mereka.
Meskipun bocoran fitur telah beredar, belum ada kepastian resmi mengenai apakah seluruh fungsi tersebut akan tersedia saat peluncuran perdana iOS 27. Apple kemungkinan akan merilis fitur-fitur baru ini secara bertahap kepada pengguna global.