Apple secara resmi memperkenalkan MacBook Neo, model laptop Mac terbaru yang dirancang sebagai opsi paling terjangkau. Perangkat ini bertujuan memperluas akses pengalaman macOS kepada lebih banyak pengguna, khususnya pelajar, pengguna baru, dan mereka yang mencari laptop ringan untuk aktivitas produktif sehari-hari.
John Ternus, Senior Vice President of Hardware Engineering Apple, menyatakan, "Kami sangat gembira memperkenalkan MacBook Neo, yang menghadirkan keajaiban Mac dengan harga yang sangat terjangkau."
MacBook Neo dibangun agar lebih mudah dijangkau. Menurut Ternus, laptop ini hanya dapat diciptakan oleh Apple. Desain aluminium yang tahan lama dipadukan dengan pilihan empat warna menarik, layar Liquid Retina yang jernih, performa dari Apple Silicon, daya tahan baterai sepanjang hari, kamera, mikrofon, speaker berkualitas tinggi, Magic Keyboard, trackpad Multi-Touch, serta fitur macOS yang intuitif.
MacBook Neo memiliki desain aluminium elegan dan kokoh dengan sudut membulat halus. Dengan berat hanya 1,22 kg, laptop ini mudah dibawa di dalam tas.
Untuk pertama kalinya, MacBook hadir dalam empat pilihan warna cerah: blush, indigo, silver, dan citrus baru. Warna-warna ini juga hadir pada Magic Keyboard dan wallpaper baru, menjadikan MacBook Neo sebagai MacBook paling berwarna.
Layar 13 inci Liquid Retina menawarkan resolusi 2408 x 1506 piksel, kecerahan 500 nits, dan dukungan 1 miliar warna. Layar ini lebih terang dan beresolusi lebih tinggi dibandingkan laptop PC sekelasnya. Lapisan anti-reflektif memberikan kenyamanan penggunaan di berbagai kondisi pencahayaan.
Ditenagai chip A18 Pro, MacBook Neo mampu menangani tugas sehari-hari dengan cepat, mulai dari browsing web, streaming, mengedit foto, hingga menjalankan fitur AI on-device. Menurut pengujian Apple (Januari-Februari 2026), MacBook Neo hingga 50% lebih cepat untuk tugas sehari-hari dibandingkan laptop PC terlaris dengan Intel Core Ultra 5 generasi terbaru.
Kecepatan untuk beban AI on-device seperti efek foto lanjutan, hingga 3x lipat, serta hingga 2x lebih cepat untuk pengeditan foto. GPU 5-core menghasilkan grafis mulus untuk game dan hobi kreatif, sementara Neural Engine 16-core mempercepat Apple Intelligence tanpa mengorbankan privasi data pengguna. Laptop ini beroperasi senyap karena desainnya fanless.
Efisiensi Apple Silicon memungkinkan daya tahan baterai hingga 16 jam dalam sekali pengisian. Pengguna dapat bekerja atau bermain sepanjang hari tanpa harus selalu terhubung ke sumber listrik.
Kamera FaceTime HD 1080p menghasilkan video call yang jernih, didukung dual microphone dengan beamforming yang mengurangi noise latar. Speaker ganda side-firing dengan Spatial Audio dan Dolby Atmos menghadirkan suara imersif untuk film, musik, atau GarageBand.
MacBook Neo juga dilengkapi Magic Keyboard yang nyaman serta Multi-Touch trackpad luas yang mendukung gesture intuitif. Model dengan Touch ID memudahkan login dan pembayaran Apple Pay secara aman.
Untuk konektivitas, tersedia dua port USB-C (kiri USB 3, kanan USB 2) yang bisa digunakan untuk charging dan menghubungkan display eksternal (hanya port kiri). Jack headphone 3,5 mm, Wi-Fi 6E, serta Bluetooth 6 melengkapi paketnya.
MacBook Neo menjalankan macOS Tahoe dengan aplikasi bawaan Safari, Photos, Messages, Pages, dan FaceTime. Apple Intelligence terintegrasi di dalamnya, termasuk Writing Tools dan Live Translation. Fitur Continuity memungkinkan integrasi dengan iPhone: Handoff, Universal Clipboard, iPhone Mirroring, hingga transfer data saat beralih dari iPhone ke Mac.
Harga dan Ketersediaan
MacBook Neo mulai dipasarkan 11 Maret mendatang di 30 negara, dan dipastikan akan segera hadir di Indonesia.
Di Amerika Serikat, Apple membanderol MacBook Neo seharga USD 599 (sekitar Rp 10 Jutaan) untuk konfigurasi 8/256 GB, dan USD 699 (sekitar Rp 11,8 juta) untuk model 8/512 GB.
MacBook Neo berpotensi menjadi langkah besar Apple dalam memperluas pasar Mac ke segmen laptop entry-level yang selama ini didominasi perangkat Windows. Dengan kombinasi desain premium, performa Apple silicon, serta harga yang jauh lebih rendah dibanding MacBook lain, MacBook Neo bisa menjadi pintu masuk paling murah ke ekosistem Mac bagi banyak pengguna baru.