Apple resmi menghentikan penjualan Mac mini M4 varian penyimpanan 256GB di seluruh dunia pada Minggu (3/5/2026). Keputusan ini menyebabkan hilangnya opsi termurah bagi konsumen dan meningkatkan harga awal perangkat desktop tersebut menjadi USD799 atau sekitar Rp13,8 juta.
Dilansir dari Medcom, penghapusan model kapasitas terendah tersebut kini menjadikan varian 512GB sebagai standar dasar baru untuk Mac mini berbasis chipset M4. Sebelumnya, konsumen dapat memiliki perangkat ini mulai dari harga USD599 atau setara Rp10,4 juta untuk spesifikasi RAM 16GB dan penyimpanan 256GB.
Langkah ini diambil setelah stok varian 256GB sempat menghilang dari toko resmi sebelum akhirnya dihapus sepenuhnya dari situs web Apple. Berdasarkan laporan MacRumors, penghentian produksi varian entry-level ini mengindikasikan bahwa model tersebut tidak akan tersedia lagi di masa depan.
Kenaikan harga awal sebesar USD200 atau sekitar Rp3,5 juta ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar terhadap perangkat komputasi yang mampu menjalankan aplikasi kecerdasan buatan (AI) secara lokal. Apple memposisikan Mac mini M4 sebagai platform utama untuk menjalankan berbagai agen AI.
Selain faktor permintaan, Apple juga menghadapi kendala serius terkait keterbatasan pasokan komponen global, terutama pada sektor memori. Meningkatnya kebutuhan industri teknologi terhadap modul memori untuk kebutuhan AI berdampak pada ketersediaan suku cadang perangkat keras perusahaan.
Strategi penyederhanaan lini produk ini diperkirakan akan membantu Apple mengoptimalkan margin keuntungan di tengah kelangkaan komponen. Kondisi keterbatasan pasokan ini diprediksi masih akan terus berlanjut hingga beberapa bulan mendatang.
Sementara itu, varian yang menggunakan chipset M4 Pro tidak mengalami perubahan harga karena sejak awal sudah mengusung penyimpanan minimum 512GB. Fokus perusahaan kini sepenuhnya beralih pada penyediaan perangkat dengan spesifikasi tinggi sebagai standar baru di era komputasi modern.