Akademi Persis Solo Raih Berbagai Penghargaan pada EPA 2025/2026

Direktur Akademi Persis Solo mengapresiasi pencapaian tim junior Laskar Sambernyawa yang menyabet sejumlah penghargaan di ajang EPA 2025/2026.

Pembinaan usia muda Laskar Sambernyawa mencatatkan prestasi gemilang setelah tim junior sukses mengamankan sejumlah penghargaan individu dan kolektif pada kompetisi Elite Pro Academy (EPA) musim 2025/2026, sebagaimana dilansir dari Bola.

Persis Solo U-16 mengakhiri kompetisi sebagai runner-up EPA U-16 setelah menelan kekalahan dari Persik Kediri U-16 di pertandingan final. Meskipun belum berhasil membawa pulang trofi juara utama, tim muda ini sukses mendominasi perolehan penghargaan individu.

Penghargaan tersebut meliputi predikat Best Coach untuk pelatih kepala Persis U-16, Imam Rohmawan. Selain itu, Dhanet Andika meraih gelar Best Goalkeeper kategori U-18, sementara Erdeva Aulia dinobatkan sebagai Best Goalkeeper kategori U-20.

Direktur Akademi Persis Solo, Rasiman, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian empat gelar individu tersebut yang dinilai sangat baik bagi perkembangan internal klub.

"Tentu empat gelar ini cukup membanggakan, dan banyaknya individu yang menjadi pemain dan pelatih terbaik ini sangat bagus. Ini menunjukkan kami juga melakukan development tidak hanya pemain tetapi pelatih," kata Rasiman, Direktur Akademi Persis Solo.

Pihak manajemen akademi juga mengapresiasi kerja sama yang solid dari seluruh elemen tim serta sokongan penuh yang diberikan oleh manajemen klub utama.

"Ini kerja yang sangat simultan dari Tim Akademi tentu dukungan dari Persis Solo dalam hal ini yang memberikan full support kepada kami sehingga mudah sekali dalam mengarungi musim tanpa ada gangguan sedikit pun," tambah Rasiman, Direktur Akademi Persis Solo.

Prestasi pada musim ini akan dijadikan sebagai fondasi utama bagi akademi untuk mempersiapkan program latihan yang lebih awal demi menghadapi kompetisi musim depan.

"Tentu musim mendatang, tantangan akan jauh lebih keras lagi. Kami akan mulai bekerja lebih cepat karena kami tidak berhenti latihan. Untuk musim besok 2026/2027, kami sudah start dibanding tahun kemarin saat kami start di September," kata Rasiman, Direktur Akademi Persis Solo.

Pihak akademi berkomitmen menerapkan konsep latihan terbaru secara berkesinambungan guna menciptakan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan tim-tim pesaing lainnya.

"Tentu ini kami akan terus berlatih, ini sangat baik untuk pemain. Jadi kami mencoba membuat gap dengan tim lain. Jadi ini sebuah konsep Akademi terbaru dari Persis Solo dan mudah-mudahan berjalan cukup baik," tambah Rasiman, Direktur Akademi Persis Solo.

Selain raihan trofi kompetisi domestik, keberhasilan program pembinaan ini tercermin dari banyaknya pemain akademi yang menembus skuad Timnas Indonesia di berbagai kelompok umur.

"Dan banyaknya pemain-pemain kami yang dipanggil tim nasional baik dari U16, U18 dan U20 juga menunjukkan investasi jangka panjang Akademi untuk tim utama Persis. Tentu ini akan menjadi backbone di masa yang akan datang," ujar Rasiman, Direktur Akademi Persis Solo.

Pada tingkat Timnas U-17, Persis menyumbangkan nama Zidane Raditya yang dibawa oleh pelatih Kurniawan Dwi Yulianto untuk berlaga di ajang Piala Asia U-17 2026. Sementara itu, Muhammad Firlo juga sempat dipanggil pada tahap seleksi awal namun belum berhasil lolos ke dalam skuad final.

Pada kelompok usia lain, kiper Erdeva Aulia yang memenangkan gelar penjaga gawang terbaik EPA U-20 turut mendapatkan panggilan dari pelatih Nova Arianto untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20 di Surabaya.

Recommended