Misi Artemis II dari NASA tidak hanya membawa empat astronaut untuk terbang mengelilingi Bulan, tetapi juga dilengkapi puluhan perlengkapan kamera canggih. Penerbangan ini menjadi langkah signifikan dalam eksplorasi antariksa, terutama dalam hal dokumentasi visual.
Lebih dari lima dekade sejak misi manusia terakhir ke satelit alami Bumi, teknologi fotografi yang diusung kru kini jauh berbeda dibandingkan era Apollo. Jika dahulu para penjelajah menggunakan kamera bersistem film yang berat dan sebagian harus ditinggalkan di permukaan Bulan, kini mereka dipersenjatai dengan daftar panjang perangkat digital modern.
Kapsul Orion membawa 32 perangkat kamera, dengan 15 unit terpasang di bodi pesawat dan 17 unit digunakan oleh kru secara portabel. Ini merupakan kali pertama kamera digital dibawa ke luar angkasa dengan jarak sejauh ini, seperti dikutip dari Detik iNET, Senin (6/4/2026).
Untuk urusan fotografi utama, astronaut dilatih menggunakan perangkat profesional Nikon D5. Meskipun terkesan aneh membawa perangkat berusia sepuluh tahun ke misi luar angkasa bernilai tinggi, alat bidik ini telah memiliki rekam jejak yang panjang dan terbukti andal.
Model Nikon D5 sebelumnya sudah pernah digunakan di ruang angkasa, sehingga para ahli yakin perangkat kerasnya mampu bertahan menghadapi paparan radiasi tinggi dan lingkungan tanpa gravitasi. Selain itu, NASA juga menyertakan kamera mirrorless yang lebih modern, yakni Nikon Z9. Perangkat ini tidak sekadar ikut terbang, melainkan sedang dipersiapkan untuk misi pendaratan Artemis III di masa mendatang.
Khusus untuk Nikon Z9, NASA memberikan modifikasi spesial melalui perjanjian Space Act Agreement dengan Nikon. Kamera mirrorless flagship ini didesain ulang agar tahan terhadap radiasi kosmik, menggunakan firmware khusus untuk mengoptimalkan pemakaian saat moonwalk (pada Artemis III), dan dilengkapi grip khusus agar mudah dipakai oleh astronaut yang mengenakan sarung tangan tebal.
Selain kamera profesional, misi penerbangan bersejarah ini juga mengandalkan deretan kamera aksi GoPro Hero 11. Beberapa unit yang telah dimodifikasi secara khusus diikat pada bagian luar pesawat, tepatnya di sayap panel surya. Posisinya dirancang untuk merekam wujud pesawat Orion dengan latar belakang Bumi dan Bulan yang menakjubkan.
Di dalam kabin, astronaut menggunakan alat serupa untuk merekam kehidupan sehari-hari mereka selama perjalanan yang memakan waktu sekitar sepuluh hari tersebut. Hasil rekaman ini nantinya akan digarap untuk proyek dokumenter National Geographic, di mana para kru mendapat pelatihan khusus agar bisa merangkap tugas sebagai pembuat film dokumenter.
Melengkapi semua perangkat visual tersebut, Artemis II mencetak sejarah sebagai salah satu misi pertama yang memperbolehkan kru membawa ponsel pintar pribadi ke ruang angkasa, seperti iPhone 17 Pro Max.
Dokumentasi Terlengkap dalam Sejarah
Dengan gabungan perangkat DSLR, mirrorless, GoPro, hingga iPhone 17 Pro Max, penerbangan ini diprediksi akan menjadi perjalanan antariksa manusia yang paling banyak didokumentasikan dalam sejarah peradaban.
Sebagai perbandingan, seluruh misi Apollo yang mengandalkan lembaran film dari tahun 1969 hingga 1972 total menghasilkan sekitar 8.400 foto. Dengan kelengkapan alat rekam digital saat ini, jumlah gambar dan video dari awak Artemis II dipastikan akan melampaui rekor puluhan tahun tersebut, memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan detail tentang perjalanan manusia ke Bulan.