Astronom Identifikasi Karakteristik Bintang Tau Ceti dalam Film Project Hail Mary

Bintang Tau Ceti dalam film Project Hail Mary merupakan objek nyata berjarak 11,9 tahun cahaya yang memiliki karakteristik mirip dengan Matahari.

Film fiksi ilmiah Project Hail Mary yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada Kamis, 16 April 2026, memicu diskusi publik mengenai eksistensi bintang Tau Ceti sebagai latar utama cerita. Bintang yang menjadi tujuan misi penyelamatan Bumi dalam karya Andy Weir tersebut dikonfirmasi sebagai objek astronomi nyata di jagat raya.

Tau Ceti, atau secara resmi dikenal sebagai HD 10700, berjarak sekitar 11,9 tahun cahaya dari sistem Tata Surya kita. Objek ini terletak di rasi bintang Cetus dan dapat diamati langsung dengan mata telanjang karena memiliki magnitudo tampak sebesar 3,5 di langit malam.

Karakteristik fisik Tau Ceti menyebabkannya sering dijuluki sebagai "saudara Matahari" oleh para ilmuwan. Dilansir dari Detik iNET, bintang ini memiliki massa sekitar 78 persen dan radius sekitar 80 persen dari ukuran Matahari, dengan suhu permukaan mencapai 5.344 Kelvin.

Meskipun memiliki kemiripan, Tau Ceti tercatat lebih tua dibandingkan Matahari dengan estimasi usia antara 5,8 hingga 7 miliar tahun. Bintang ini juga memiliki tingkat kecerahan atau luminositas yang hanya mencapai 52 persen dari total energi yang dipancarkan oleh Matahari.

Para astronom telah menaruh minat besar pada sistem ini sejak tahun 1960-an untuk mencari tanda-tanda kehidupan luar angkasa. Pada tahun 2017, tim astronom internasional sempat mengumumkan keberadaan empat kandidat planet kategori Bumi-super (super-Earth) yang mengorbit bintang tersebut.

Dua dari planet kandidat tersebut, yakni Tau Ceti e dan f, diprediksi berada di zona layak huni yang memungkinkan keberadaan air cair. Namun, laporan penelitian terbaru hingga tahun 2025 menggunakan teleskop ESPRESSO menunjukkan bahwa sinyal keberadaan planet tersebut belum terkonfirmasi secara resmi.

Dalam konteks film, Andy Weir menggunakan data ilmiah nyata mengenai jarak dan stabilitas bintang ini, namun menambahkan unsur fiksi berupa planet Adrian. Penambahan planet dan organisme alien dalam cerita murni merupakan kebutuhan plot untuk mendukung narasi perjalanan antarbintang.

Penggunaan teleskop modern seperti James Webb Space Telescope saat ini terus diarahkan untuk memverifikasi apakah sistem Tau Ceti benar-benar memiliki planet yang stabil. Hingga saat ini, status benda langit yang mengelilingi bintang tersebut masih dikategorikan sebagai kandidat planet.

Recommended