Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan logo dan pedoman peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Selasa, 28 April 2026. Perilisan ini bertujuan memberikan panduan visual dan tema strategis bagi seluruh satuan pendidikan di Indonesia dalam memperingati hari bersejarah tersebut.
Dilansir dari Medcom, peringatan tahun ini mengusung tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua". Identitas visual yang dirilis didominasi oleh warna biru yang melambangkan profesionalisme, kecerdasan, dan kepercayaan terhadap masa depan pendidikan nasional.
Logo tersebut menampilkan figur manusia berwarna biru yang bergerak dinamis sebagai representasi seluruh elemen masyarakat yang aktif berkontribusi. Selain itu, terdapat elemen lengkungan elips yang mengelilingi bagian bawah logo sebagai simbol perlindungan dan keberlanjutan transformasi sarana pendidikan di tanah air.
Pemerintah juga menyisipkan aksen warna oranye untuk memberikan kesan energi dan semangat pada visualisasi peringatan tahun ini. Penggunaan logo telah diatur agar diletakkan di sisi kanan atas atau berseberangan dengan logo Tut Wuri Handayani dalam berbagai media publikasi resmi.
"Hardiknas tidak semata-mata dimaksudkan untuk mengenang hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan Nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing," tulis Kemendikdasmen dalam pedoman resminya.
Visi peringatan ini juga diselaraskan dengan program Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penguatan sains, teknologi, dan pembangunan SDM. Pihak kementerian menekankan pentingnya kesetaraan gender dan pemerataan layanan pendidikan dalam pelaksanaan tema besar tahun ini.
Mengenai pelaksanaan upacara bendera, Kemendikdasmen mewajibkan peserta mengenakan pakaian adat daerah atau tradisional untuk memupuk rasa nasionalisme. Aturan ini mewajibkan penggunaan busana yang sopan, tidak menghambat pergerakan, dan tidak memberatkan para undangan serta peserta upacara.
Rangkaian upacara luring dijadwalkan mencakup pembacaan teks Ikrar Pelajar Indonesia dan pidato menteri sebagai agenda utama. Bagi satuan pendidikan formal, terdapat instruksi khusus untuk menyanyikan lagu wajib nasional serta lagu berjudul "Rukun Sama Teman" guna memperkuat ekosistem lingkungan sekolah.