Astronot Artemis II Saksikan Gerhana Matahari

Kru misi Artemis II, termasuk Reid Wiseman dan Christina Koch, berhasil mengamati gerhana Matahari total yang langka dari sisi jauh Bulan, berlangsung hampir satu jam.

Kru misi Artemis II dilaporkan menyaksikan fenomena luar biasa berupa gerhana Matahari total yang nyaris mustahil disaksikan dari Bumi. Peristiwa langka yang dijuluki sebagai "gerhana Matahari pribadi" ini terjadi saat kapsul Orion yang mereka tumpangi melintas di sisi jauh Bulan.

Fenomena astronomi tersebut memungkinkan Bulan tampak jauh lebih besar dari perspektif para astronot dibandingkan pandangan dari Bumi. Kondisi ini membuat Bulan mampu menutupi seluruh piringan Matahari untuk durasi yang lebih panjang dari gerhana biasanya.

Empat astronot yang mengawakinya, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, menikmati pemandangan langka ini secara langsung. Bahkan, seperti dilansir dari Detik iNET, mereka menggunakan kacamata gerhana khusus untuk mengamati korona, lapisan terluar atmosfer Matahari.

Berbeda dengan gerhana Matahari di Bumi yang umumnya hanya berlangsung beberapa menit, pengalaman kru Artemis II mencatat durasi yang jauh lebih lama, mendekati satu jam penuh. Posisi mereka yang berada di luar orbit Bumi dan dekat dengan Bulan menjadi faktor utama perbedaan perspektif ini.

Selain menyajikan momen visual yang menakjubkan, gerhana ini juga membawa nilai ilmiah yang signifikan. Para astronot memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan studi mendalam mengenai aktivitas Matahari dari sudut pandang yang unik, serta mengamati potensi kilatan meteoroid di permukaan Bulan.

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, sebelumnya telah memprediksi kejadian ini sebagai bagian dari perhitungan geometri misi. Meski demikian, pengalaman menyaksikannya secara langsung tetap menjadi pengalaman yang luar biasa, bahkan bagi para astronot berpengalaman.

Misi Artemis II sendiri merupakan penerbangan berawak perdana NASA ke sekitar Bulan setelah lebih dari lima dekade sejak era Apollo. Diluncurkan pada 1 April 2026, misi ini menjadi persiapan krusial sebelum misi Artemis III yang bertujuan mendaratkan manusia kembali ke permukaan Bulan.

Sepanjang misinya, kru Artemis II tidak hanya menguji sistem pendukung kehidupan dan navigasi di ruang angkasa dalam, tetapi juga berhasil mencetak rekor. Salah satunya adalah rekor perjalanan terjauh dari Bumi yang pernah dilakukan manusia, melampaui capaian misi Apollo 13.

Mereka juga berhasil mengabadikan berbagai pemandangan ikonis, termasuk Earthrise – momen Bumi terlihat "terbit" dari cakrawala Bulan – serta sisi gelap Bulan yang jarang terekspos. NASA dijadwalkan akan merilis lebih banyak foto dan video dari momen gerhana Matahari pribadi ini dalam waktu dekat. Diperkirakan, misi Artemis II akan berlangsung selama sekitar 10 hari sebelum kembali ke Bumi.

Recommended