Kehidupan di luar angkasa menghadirkan tantangan tersendiri, termasuk dalam hal istirahat. Awak misi Artemis II NASA baru-baru ini berbagi pengalaman mereka terkait tidur selama perjalanan menuju Bulan, yang cukup mengejutkan banyak pihak.
Para astronot dihadapkan pada keterbatasan ruang di dalam kapsul Orion, sehingga memaksa mereka untuk tidur dalam berbagai posisi yang tidak biasa. Bahkan, salah satu anggota kru dilaporkan beristirahat dengan posisi terbalik, menyerupai kelelawar.
Komandan misi Artemis II, Reid Wiseman, menggambarkan situasi tersebut. "Christina tidur dengan kepala di bawah, seperti kelelawar," ujar Wiseman, seperti dikutip dari New York Post.
Misi Artemis II, yang membawa empat astronot, dijadwalkan mengelilingi Bulan selama sekitar 10 hari menggunakan kapsul Orion. Kapsul ini memiliki ruang terbatas, sehingga tidak tersedia tempat tidur konvensional seperti di Bumi.
Akibatnya, setiap sudut kosong dimanfaatkan untuk beristirahat. Wiseman menyebut bahwa setiap anggota kru memiliki 'lapak' tidur pribadi. Beberapa memilih tidur di sudut sempit, sementara yang lain merebahkan diri di kursi, bahkan ada yang memilih area di bawah panel kontrol pesawat untuk memudahkan pengawasan. "Kami tidur di mana saja yang bisa muat," kata Wiseman, dilansir dari Detik iNET.
Kondisi ini diperparah oleh jadwal yang sangat padat. Dalam 30 jam pertama setelah peluncuran, para astronot hanya memiliki kesempatan singkat untuk tidur. Mereka juga harus beradaptasi dengan lingkungan tanpa gravitasi, yang membuat tubuh tidak dapat menempel pada permukaan seperti kasur di Bumi. Oleh karena itu, posisi tidur menjadi sangat fleksibel, bahkan memungkinkan mereka melayang di udara.
Meskipun tampak tidak nyaman, adaptasi tidur semacam ini merupakan bagian integral dari upaya manusia untuk beradaptasi di luar angkasa. NASA menggunakan misi Artemis II untuk mengumpulkan data mengenai reaksi tubuh manusia terhadap perjalanan jarak jauh di luar orbit Bumi.
Informasi yang didapatkan dari misi ini akan menjadi sangat krusial untuk misi-misi selanjutnya, termasuk rencana pendaratan manusia di Bulan dan perjalanan eksplorasi ke Mars. Di samping metode tidur yang unik, para astronot juga mengaku sangat terkesima dengan pemandangan luar angkasa.
Mereka sempat melihat Bumi secara utuh dari kejauhan, sebuah pengalaman yang digambarkan sebagai momen yang sangat emosional. Namun, kehidupan di luar angkasa memang menuntut banyak kompromi. Aktivitas sederhana seperti tidur pun mengalami transformasi total, dari kasur yang nyaman menjadi posisi melayang atau bahkan bergelantungan layaknya kelelawar.