Pemerintah Australia memperketat aturan akses situs porno. Mulai Senin, (9/3), pengguna di bawah usia 18 tahun tidak lagi bisa mengakses konten dewasa. Langkah ini diambil tiga bulan setelah pemblokiran media sosial untuk remaja di bawah 16 tahun.
Warga Australia kini wajib membuktikan usia di atas 18 tahun sebelum mengakses konten seperti pornografi, video game rating R, dan chatbot AI eksplisit.
Tujuan utama dari perubahan ini adalah melindungi anak-anak dari paparan konten berbahaya di dunia maya. Platform yang melanggar aturan akan dikenakan denda.
Komisioner eSafety Australia, Julie Inman Grant, menyatakan bahwa selama ini tidak ada pengamanan yang memadai di ruang online, padahal anak-anak tidak diizinkan masuk ke bar, toko minuman keras, toko dewasa, atau kasino.
Sebelumnya, pengunjung situs dewasa hanya diminta mencentang kotak verifikasi usia. Kini, platform harus menerapkan verifikasi yang lebih ketat, seperti teknologi pengenalan wajah, identitas digital, atau informasi kartu kredit.
Aturan baru ini mewajibkan platform mesin pencari, toko aplikasi, media sosial, gaming, situs porno, dan chatbot AI untuk mencegah anak-anak terpapar konten dewasa.
Riset eSafety menemukan bahwa satu dari tiga anak berusia 10-17 tahun pernah melihat foto atau video seksual di internet. Lebih dari 70% anak-anak juga terpapar konten kekerasan, melukai diri sendiri dan bunuh diri, serta informasi tentang gangguan makan.
Grant menambahkan, hasil pencarian pertama untuk konten bunuh diri atau melukai diri sendiri seharusnya adalah nomor telepon bantuan, bukan jebakan online berbahaya.
Menjelang pemberlakuan aturan ini, sejumlah situs dewasa seperti RedTube, YouPorn, dan Tube8 (milik Aylo) telah melarang pendaftaran akun baru dan akses konten bagi pengguna di Australia.
Juru bicara Aylo menyatakan akan mematuhi aturan baru tersebut, namun berpendapat bahwa batasan ini tidak efektif melindungi anak-anak dan berpotensi merugikan privasi data serta memaparkan mereka pada konten ilegal di platform yang tidak patuh.