Bank Mandiri Bagikan Dividen Rekor Rp44,47 Triliun

Bank Mandiri (BMRI) resmi membagikan dividen Rp44,47 triliun dari laba 2025 dengan yield 10,77 persen dan menyetujui buyback saham Rp1,17 triliun.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp44,47 triliun atau 79 persen dari total laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Rabu, 29 April 2026.

Nilai pembagian keuntungan tersebut menjadi rekor tertinggi dalam sejarah perseroan dengan tingkat imbal hasil dividen (yield) mencapai 10,77 persen bagi para pemegang saham emiten berkode BMRI tersebut.

Sebagaimana dilansir dari Medcom, realisasi dividen ini didorong oleh pencapaian laba bersih konsolidasi Bank Mandiri yang menembus angka Rp56,3 triliun sepanjang tahun 2025.

Pertumbuhan laba tersebut dipicu oleh penyaluran kredit yang tumbuh 13,4 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp1.895 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang melonjak 23,9 persen (YoY) mencapai Rp2.106 triliun.

Dari total alokasi Rp44,47 triliun, perseroan telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp9,3 triliun pada Januari 2026, sehingga sisa pembayaran akan dilakukan sesuai prosedur setelah pelaksanaan RUPST.

Secara perhitungan per lembar saham, dividen total atau Dividend Per Share (DPS) yang diterima pemodal adalah Rp476,95, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada level Rp466,18.

"Hal ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam menghadirkan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham, tanpa mengurangi kapasitas Bank Mandiri untuk terus tumbuh sebagai institusi keuangan nasional berdaya saing global," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Riduan dalam keterangannya.

Selain pembagian dividen, RUPST merestui aksi korporasi pembelian kembali (buyback) saham dengan anggaran maksimal Rp1,17 triliun yang dijadwalkan berlangsung hingga 29 April 2027.

Saham hasil buyback tersebut akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan dan jajaran pimpinan guna menjaga kepercayaan pasar dan memperkuat fundamental perseroan dalam jangka panjang.

Rapat tersebut juga menetapkan perubahan pengurus dengan memberhentikan Muhammad Yusuf Ateh sebagai Komisaris serta mengangkat kembali Timothy Utama sebagai Direktur Operations Bank Mandiri.

Recommended