Bank Mandiri Permudah Eksportir dengan Fitur DHE Tracker

Bank Mandiri hadirkan fitur DHE Tracker di Kopra by Mandiri, memudahkan eksportir pantau dan kelola Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

Bank Mandiri berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan menghadirkan solusi terintegrasi melalui Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri. Solusi ini mempermudah eksportir dalam memantau, mengelola, dan memastikan kepatuhan terhadap penempatan DHE SDA pada Rekening Khusus (Reksus) sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengelolaan DHE SDA, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2025, memerlukan ketelitian administrasi dan pemantauan transaksi yang konsisten. Tujuannya agar perusahaan dapat menjaga kepatuhan sekaligus mengoptimalkan arus kas.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kopra by Mandiri menghadirkan fitur DHE Tracker. Fitur ini dirancang untuk memberikan visibilitas menyeluruh atas transaksi incoming ke Rekening Khusus DHE SDA. Perusahaan dapat memantau dana yang masuk secara *real-time* sehingga proses rekonsiliasi dan pencatatan menjadi lebih akurat, cepat, dan efisien.

Senior Vice President Digital Wholesale Banking Bank Mandiri, Yohan Sugiono, menyampaikan bahwa inovasi berkelanjutan ini memastikan pengelolaan DHE SDA tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga memberikan kemudahan, transparansi, dan efisiensi bagi eksportir. Eksportir dapat mengelola kewajiban devisa dengan lebih terkontrol sekaligus mengoptimalkan likuiditas usaha melalui Kopra by Mandiri.

"Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen Bank Mandiri mendukung eksportir Indonesia tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing di pasar global. Pada saat bersamaan, juga memperkuat sistem keuangan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Yohan dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).

Eksportir memperoleh berbagai kemudahan dalam mendukung operasional bisnisnya melalui fitur DHE Tracker. Seluruh informasi tersaji dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi, sehingga meminimalkan risiko kesalahan pencatatan dan duplikasi data, baik untuk pelaporan maupun pemeriksaan.

Salah satu keunggulan utama fitur ini adalah kemampuan *self-flagging*. Perusahaan dapat mengkategorikan dana yang diterima berdasarkan jenisnya, seperti hasil ekspor minyak dan gas, non-minyak dan gas, maupun transaksi lainnya sesuai ketentuan. Pengelompokan tersebut membantu tim keuangan dalam menyusun laporan internal, mendukung proses audit, serta memastikan pemenuhan kewajiban regulasi secara lebih tertib dan terdokumentasi.

Sistem ini juga dilengkapi dengan notifikasi otomatis setiap kali terdapat dana masuk ke Rekening Khusus DHE SDA. Informasi tersebut dapat diakses langsung melalui platform Kopra, sehingga perusahaan tidak perlu lagi melakukan pengecekan manual secara berkala. Pengawasan arus devisa menjadi lebih responsif dan memberikan kepastian dalam pengambilan keputusan keuangan dengan pendekatan yang lebih proaktif ini.

Laporan transaksi *incoming* juga dapat diunduh sebagai dokumen pendukung administrasi. Hal ini memudahkan perusahaan dalam menyimpan arsip dan mempersiapkan dokumen yang diperlukan untuk kebutuhan pelaporan maupun pemeriksaan.

Dengan pemantauan yang transparan, pengelompokan transaksi yang sistematis, serta kemudahan akses informasi, Yohan menyampaikan bahwa DHE Tracker pada Kopra by Mandiri menjadi mitra strategis perusahaan. Tujuannya adalah dalam menjaga kepatuhan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.

Melalui inovasi ini, Bank Mandiri tidak hanya menyediakan layanan perbankan, tetapi juga menghadirkan solusi yang memperkuat tata kelola keuangan eksportir. Langkah ini menegaskan peran aktif Bank Mandiri dalam mendorong penguatan ekosistem ekspor Indonesia melalui transformasi digital yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pelaku usaha.

"Kehadiran DHE Tracker semakin memperkuat peran Kopra by Mandiri sebagai *enabler* transformasi digital sektor *wholesale*, sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi nasional," tutup Yohan.

Sebagai informasi, hingga Desember 2025, nilai transaksi Kopra by Mandiri telah melampaui Rp 27.000 triliun atau tumbuh lebih 20% secara tahunan, dengan volume transaksi menembus 1,5 miliar atau meningkat 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah pengguna Kopra juga telah melampaui lebih dari 300.000, mencerminkan meningkatnya kepercayaan korporasi terhadap layanan digital Bank Mandiri.

Recommended