Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan bahwa fluktuasi harga pada daging sapi, daging ayam ras, dan minyak goreng bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan. Menurut Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, indikasi kuat menunjukkan adanya praktik permainan di sepanjang rantai distribusi.
Amran, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, memastikan bahwa ketersediaan pasokan pangan aman. Pemerintah telah mengambil berbagai langkah kebijakan untuk menjamin hal ini.
Terkait daging sapi, seluruh rekomendasi impor sejak Desember 2025 telah diselesaikan oleh Kementerian Pertanian. Amran meminta para pelaku usaha untuk segera mengeluarkan stok daging agar harga stabil. "Yang pertama daging sapi. Seluruh rekomendasi impor sapi sejak Desember 2025 sudah keluar, sudah selesai di Kementerian Pertanian. Jadi tidak ada alasan lagi. Kami tadi minta pelaku usaha semua harus mengeluarkan dagingnya, jangan sampai harga naik," ujar Amran.
Pemerintah, tegas Amran, tidak akan menolerir segala bentuk spekulasi harga yang merugikan masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ia meminta aparat penegak hukum untuk bertindak cepat menindak para pelaku yang memanfaatkan momen Ramadan untuk mencari keuntungan berlebihan.
Amran menambahkan, "Kami minta Satgas Pangan, Dirkrimsus seluruh Indonesia dengan Kasatreskrim seluruh Indonesia, bila perlu langsung segel saja. Gak boleh beri ampun. Ini menyusahkan kita di bulan suci Ramadan."
Mengenai Minyakita, pemerintah mendorong peningkatan penyaluran melalui BUMN pangan hingga di atas 35% untuk memperkuat distribusi kepada masyarakat. Kenaikan harga Minyakita yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) terjadi meskipun Indonesia merupakan produsen utama minyak sawit dunia. Amran menekankan bahwa penindakan harus difokuskan pada distributor dan pelaku usaha besar yang terbukti melanggar, bukan pedagang kecil.
Amran menegaskan, "Makanya saya selalu katakan kalau biasanya harga naik karena tidak ada produksi. Sekarang produksi melimpah, harga naik. Itu gak boleh. Tolong diusut distributor dan pabriknya. Segel jika melanggar. Jangan tindak pedagang kecil. Fokus pada pelaku besar yang bermain di tengah."
Untuk daging ayam ras, pemerintah menetapkan target harga di tingkat konsumen di bawah Rp 40.000/kg, sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, Amran memberikan apresiasi kepada para pedagang komoditas strategis yang telah berhasil menjaga stabilitas harga di pasar. Beberapa komoditas bahkan menunjukkan tren penurunan harga.
Data dari SP2KP Kementerian Perdagangan per 4 Maret 2026 menunjukkan harga rata-rata nasional daging ayam ras sebesar Rp 40.192 per kg, turun 0,14% dibandingkan hari sebelumnya yang sebesar Rp 40.250 per kg.
Harga Minyakita juga mengalami penurunan sebesar 0,08% menjadi Rp 15.907 per liter, dibandingkan hari sebelumnya Rp 15.920 per liter. Sementara itu, harga daging sapi mengalami kenaikan 0,26% dari Rp 134.941 per kg menjadi Rp 135.293 per kg. Meskipun demikian, harga daging sapi masih berada dalam rentang Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp 140.000 per kg.