BI Pantau Konflik Timur Tengah, Jaga Rupiah 2 Maret 2026

Bank Indonesia memantau eskalasi konflik Timur Tengah dan dampaknya pada pasar keuangan global per 2 Maret 2026, serta menjaga stabilitas rupiah.

Bank Indonesia (BI) mengambil langkah antisipatif terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasar keuangan global. Fokus utama adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika yang berkembang.

Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, menyatakan bahwa respons yang tepat akan diberikan terhadap pergerakan pasar. Hal ini termasuk memastikan nilai tukar rupiah tetap sesuai dengan fundamentalnya.

"Sejalan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah pasca serangan AS ke Iran yang mendorong sentimen risk off di pasar keuangan global, Bank Indonesia akan terus mencermati pergerakan pasar secara seksama dan merespons secara tepat, termasuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya," kata Erwin dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Kehadiran BI di pasar akan dipertahankan melalui berbagai instrumen stabilisasi nilai tukar, baik di pasar domestik maupun global.

Intervensi akan dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri, serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

"Bank Indonesia akan tetap hadir di pasar melalui intervensi baik transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik," tambah Erwin.

Selain itu, optimalisasi kebijakan terus dilakukan untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga.

Recommended