Bitcoin Menguat Usai Gencatan Senjata AS-Iran, Harga Sentuh Rp 1,2 Miliar

Harga Bitcoin melonjak usai kabar gencatan senjata AS-Iran. Aset kripto terbesar di dunia ini sempat mencapai US$72.793 atau sekitar Rp1,2 miliar.

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan penguatan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan rencana gencatan senjata dengan Iran. Berdasarkan data perdagangan dari Coinmarketcap, Bitcoin mengalami kenaikan sebesar 0,86% dalam 24 jam terakhir, mencapai harga US$72.793 atau sekitar Rp1,2 miliar, dengan asumsi kurs Rp17.089.

Kabar gencatan senjata ini menciptakan sentimen positif di kalangan investor, mendorong mereka kembali masuk ke aset berisiko seperti pasar kripto. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menyatakan bahwa dampak positif ini tidak hanya terasa pada token kripto, melainkan juga pada indeks saham S&P 500 yang turut melonjak hingga 1,9%.

Fyqieh Fachrur menjelaskan bahwa kenaikan Bitcoin saat ini lebih merefleksikan perubahan sentimen makro global, khususnya meredanya risiko geopolitik. Dalam kondisi seperti ini, pergerakan Bitcoin cenderung selaras dengan aset berisiko lainnya, tidak semata-mata didorong oleh faktor fundamental internalnya, dikutip Sabtu (11/4/2026).

Dia menambahkan, harga Bitcoin berpotensi naik hingga level US$73.500 atau sekitar Rp1,25 miliar jika mampu mempertahankan posisinya di atas US$71.500. Namun, risiko koreksi harga tetap ada jika gencatan senjata antara AS dan Iran tidak dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Apabila eskalasi konflik kembali meningkat, Fyqieh memperkirakan harga Bitcoin dapat turun menuju area support di sekitar US$68.700 atau sekitar Rp1,17 miliar. Stabilitas makro global menjadi faktor kunci yang menentukan arah pergerakan pasar saat ini.

Recommended