Lanskap pasar smartphone kelas menengah kembali memanas setelah suksesor lini populer Infinix Note Series menampakkan diri. Kabar ini mencuat setelah perangkat yang diduga kuat sebagai Infinix Note 60 terdeteksi dalam basis data benchmark Geekbench. Kehadiran data teknis ini menjadi sinyal valid bahwa masa produksi massal telah usai dan perangkat kini memasuki fase pengujian akhir sebelum dilempar ke pasaran global, termasuk potensi kehadirannya di Indonesia.
Langkah Infinix kali ini tergolong cukup agresif jika melihat spesifikasi yang bocor ke publik. Bukan sekadar penyegaran desain, vendor yang dikenal dengan strategi price-to-performance ini tampak ingin mendobrak batasan standar ponsel mid-range tahun ini. Fokus utamanya terletak pada integrasi sistem operasi paling mutakhir dan penggunaan chipset yang belum banyak diadopsi oleh para kompetitor di kelasnya.
Bagi konsumen setianya, kemunculan Infinix Note 60 di platform pengujian performa bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah pernyataan kesiapan Infinix untuk bersaing di segmen yang kini dihuni oleh pemain besar lainnya. Dengan membawa pembaruan pada sektor dapur pacu dan perangkat lunak, seri Note terbaru ini diprediksi akan menjadi standar baru bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Lompatan Performa Dapur Pacu: MediaTek Dimensity 7400 Ultimate
Berdasarkan listing dari Geekbench, varian standar Infinix Note 60 dipersenjatai dengan chipset MediaTek Dimensity 7400 Ultimate. Chip ini merupakan peningkatan signifikan dari Dimensity 7300 Ultimate yang tertanam pada Infinix Note 50. Konfigurasi CPU delapan inti pada chipset baru ini menawarkan kecepatan clock hingga 2,6 GHz, yang secara teknis dirancang untuk memberikan keseimbangan antara daya gedor aplikasi berat dan penghematan baterai.
Skor Benchmark dan Kapasitas Memori
Dalam pengujian Geekbench 6, Infinix Note 60 menunjukkan taringnya dengan perolehan skor yang kompetitif:
-
Single-Core: 1.055 poin (Menjamin responsivitas navigasi antarmuka dan pembukaan aplikasi).
-
Multi-Core: 3.097 poin (Kapasitas andal untuk pengolahan data multitasking dan rendering ringan).
Unit yang masuk dalam pengujian tersebut mengusung RAM 8 GB. Namun, berkaca pada tren pasar saat ini, besar kemungkinan Infinix akan menyediakan opsi RAM lebih tinggi atau fitur Extended RAM untuk mendukung kebutuhan gaming dan produktivitas yang lebih intens.
Gebrakan Sistem Operasi Android 16
Satu hal yang paling mencuri perhatian dari data Geekbench adalah penyebutan Android 16 sebagai sistem operasi yang dijalankan. Jika informasi ini akurat saat peluncuran nanti, Infinix akan menjadi salah satu produsen pertama di kelas menengah yang langsung mengadopsi OS terbaru tersebut sejak hari pertama.
Penggunaan Android 16 bukan hanya soal gengsi versi terbaru, melainkan tentang masa pakai perangkat yang lebih panjang (future-proof). Versi ini diharapkan membawa manajemen privasi yang lebih ketat, optimasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih terintegrasi, serta efisiensi penggunaan daya yang lebih baik dibandingkan versi pendahulunya.
Rumor Varian Pro: Beralih ke Snapdragon 7s Gen 4?
Strategi menarik sepertinya akan diterapkan pada varian yang lebih tinggi, yakni Infinix Note 60 Pro. Laporan industri menyebutkan adanya potensi pergeseran fundamental, di mana seri Pro mungkin akan menggunakan chipset dari Qualcomm, yaitu Snapdragon 7s Gen 4.
Jika benar terjadi, ini merupakan momen langka di mana lini Note Pro menggunakan SoC Snapdragon. Snapdragon 7s Gen 4 dikenal memiliki keunggulan pada aspek:
-
Stabilitas Performa: Suhu yang lebih terjaga saat beban kerja tinggi.
-
Image Signal Processor (ISP): Kemampuan pemrosesan gambar yang biasanya lebih matang, mendukung kualitas foto dan video lebih tajam.
-
Konektivitas: Integrasi modem 5G yang lebih efisien dan stabil.
Prediksi Spesifikasi Layar dan Pengisian Daya
Selain dapur pacu, bocoran lain mengarah pada penggunaan panel AMOLED dengan refresh rate mencapai 144 Hz. Spesifikasi ini jelas ditujukan untuk para gamer mobile dan penikmat konten streaming yang mengutamakan visual tanpa lag. Tak ketinggalan, fitur pengisian daya cepat (fast charging) khas Infinix yang diprediksi akan tetap menjadi nilai jual utama untuk mengisi baterai berkapasitas besar di perangkat ini.