BRIN Ciptakan Si-AZA: Deteksi Cepat Boraks dan Formalin

BRIN hadirkan Si-AZA, alat portabel pendeteksi alkohol dan zat aditif berbahaya pada makanan dengan cepat dan akurat di lapangan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali berinovasi dengan menghadirkan solusi teknologi untuk menjawab tantangan keamanan pangan di Indonesia. Si-AZA (Sistem Deteksi Alkohol dan Zat Aditif), alat portabel ini dirancang khusus untuk deteksi cepat dan akurat kandungan berbahaya pada makanan.

Teknologi ini diharapkan menjadi solusi atas maraknya produk makanan olahan dan jajanan pasar yang rawan kontaminasi bahan tambahan terlarang. Desainnya yang praktis memungkinkan pengawas pangan melakukan inspeksi mendadak tanpa perlu menunggu hasil uji laboratorium.

Urgensi penggunaan alat ini meningkat, terutama saat Ramadan, di mana konsumsi takjil dan jajanan buka puasa meningkat drastis. Potensi penyalahgunaan bahan kimia berbahaya oleh pedagang yang tidak bertanggung jawab pun cenderung meningkat.

Dengan Si-AZA, pengawasan dapat dilakukan secara responsif guna memberikan rasa aman bagi masyarakat sebelum mengonsumsi makanan. Alat ini bukan sekadar alat uji biasa. Akun Instagram @brinpedia menyebutkan spesifikasi teknisnya:

Si-AZA memiliki beberapa kemampuan yang mendukung pengujian di lapangan:

1. Deteksi Multi-Zat

Mampu mengidentifikasi kandungan alkohol, formalin, boraks, hingga pewarna tekstil berbahaya seperti Rodamin B.

2. Akurasi Tinggi

Memiliki tingkat akurasi di atas 90% dan telah terkalibrasi dengan metode standar laboratorium.

3. Hasil Real-Time

Hasil pengujian keluar dalam hitungan detik, mempercepat pengambilan keputusan di lokasi.

4. Desain Portabel

Dilengkapi baterai internal, alat ini dapat dioperasikan di pasar atau pusat keramaian tanpa colokan listrik.

5. Digitalisasi Data

Seluruh hasil pengecekan tersimpan digital dalam sistem untuk memudahkan pelaporan dan pengarsipan.

BRIN mengingatkan bahwa tampilan makanan yang menarik tidak menjamin keamanannya, melalui slogan "pastikan aman, sebelum dimakan". Penggunaan zat seperti boraks atau formalin sering sulit dideteksi hanya dengan indra.

Dengan adanya Si-AZA, pengujian pangan bisa dilakukan langsung di lokasi penjualan. Proses pengujian menjadi lebih singkat sekaligus memberikan efek jera bagi produsen pangan yang tidak bertanggung jawab. Inovasi ini adalah bukti komitmen BRIN dalam perlindungan kesehatan masyarakat.

Recommended