Budi Santoso Pastikan Stok Minyak Goreng Melimpah di Ritel Modern

Menteri Perdagangan Budi Santoso membantah kelangkaan minyak goreng nasional meski stok Minyakita terbatas di beberapa pasar tradisional.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa ketersediaan minyak goreng secara nasional masih melimpah di ritel modern meski terdapat kenaikan harga pada Kamis (16/4/2026). Penegasan ini disampaikan untuk menanggapi isu kelangkaan minyak goreng rakyat atau Minyakita di sejumlah pasar tradisional.

Dilansir dari Detik Finance, Budi menyatakan bahwa masyarakat tidak seharusnya menyamakan kondisi stok Minyakita dengan total pasokan minyak goreng secara keseluruhan. Menurutnya, pilihan produk minyak goreng di pusat perbelanjaan dan ritel modern masih tersedia dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Saya kemarin ke ritel modern, minyak goreng banyak. Jadi nggak ada namanya minyak goreng itu langka. Karena orang melihat bukan minyak gorengnya. Yang dilihat itu Minyakita," ujar Budi Santoso, Menteri Perdagangan, saat ditemui di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Budi menjelaskan bahwa Minyakita merupakan produk Domestic Market Obligation (DMO) yang jumlah distribusinya memang terbatas karena bergantung pada angka realisasi ekspor. Ia menyayangkan persepsi yang menyebutkan terjadi kelangkaan nasional hanya karena absennya Minyakita di beberapa titik distribusi tertentu.

Pemerintah mengakui adanya fluktuasi harga akibat faktor kemasan plastik, namun hal tersebut diklaim bukan disebabkan oleh kekosongan stok barang. Terkait Harga Eceran Tertinggi (HET), Kementerian Perdagangan masih berupaya mempertahankan ketentuan harga saat ini guna menjaga stabilitas harga komoditas lainnya di pasar.

Kondisi di lapangan menunjukkan fakta berbeda di mana sejumlah pedagang di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, melaporkan kekosongan stok Minyakita dalam kurun waktu cukup lama. Elan, salah satu pedagang bahan pokok di pasar tersebut, mengaku sudah tidak menerima pasokan Minyakita selama tiga bulan terakhir.

Kelangkaan serupa juga terpantau di Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, di mana pasokan dari distributor terhenti sejak awal tahun. Varna, pedagang di pasar tersebut, menyebutkan bahwa dirinya terakhir kali menjual Minyakita pada Januari 2026 karena ketiadaan suplai dari pihak pemasok.

Recommended