PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menunjukkan pertumbuhan kinerja yang solid selama tahun 2025. Emiten teknologi ini berhasil meningkatkan pendapatan dan memperbaiki profitabilitas melalui strategi transformasi bisnis yang dijalankan.
Pendapatan konsolidasi Bukalapak melonjak 46% secara tahunan, mencapai Rp6,5 triliun pada tahun fiskal 2025, dibandingkan dengan Rp4,5 triliun pada tahun 2024. Pencapaian ini menandai fase penting dalam transformasi perusahaan untuk memperluas skala bisnis dan memperkuat operasional.
Kuartal IV 2025 juga menunjukkan performa positif, dengan pendapatan mencapai Rp1,8 triliun, naik sekitar 9% dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini terjadi di seluruh lini bisnis utama perusahaan.
Kontributor terbesar berasal dari segmen gaming yang mengoperasikan marketplace gim seperti Itemku dan Lapakgaming. Segmen ini mencatatkan pendapatan Rp1,5 triliun pada kuartal IV 2025, tumbuh sekitar 8% secara kuartalan, didorong oleh strategi pemasaran yang agresif dan meningkatnya aktivitas transaksi menjelang akhir tahun.
Segmen Mitra Bukalapak, yang fokus pada pemberdayaan UMKM melalui akses ke produk virtual, juga menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan segmen ini naik 12% secara kuartalan menjadi Rp191 miliar, didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap produk digital seperti voucher permainan dan mata uang dalam gim.
Lini bisnis investasi melalui platform B-Money memperlihatkan akselerasi yang pesat, dengan pendapatan melonjak 39% dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi Rp25 miliar. Peningkatan ini seiring dengan bertambahnya jumlah investor dan aktivitas transaksi di platform tersebut.
Segmen retail juga tetap menjadi bagian dari strategi omnichannel perusahaan, mencatatkan pendapatan Rp74 miliar pada kuartal IV 2025, atau tumbuh 12% secara kuartalan. Permintaan yang meningkat menjelang akhir tahun serta program cuci gudang mendukung pertumbuhan ini.
Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, menyatakan bahwa perusahaan kini menitikberatkan pada keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Menurutnya, tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi operasional dan memastikan strategi yang dijalankan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Selain pertumbuhan pendapatan, Bukalapak mencatatkan perbaikan signifikan dari sisi profitabilitas. Adjusted EBITDA perusahaan menyusut tajam dari minus Rp340 miliar pada 2024 menjadi minus Rp62 miliar pada 2025.
Pada kuartal IV 2025, adjusted EBITDA mencapai minus Rp9 miliar, menunjukkan perusahaan semakin mendekati titik impas. Kinerja operasional juga tercermin dari indikator adjusted EBITDA ditambah Net Interest Income yang meningkat menjadi Rp747 miliar pada 2025, naik dari Rp692 miliar pada tahun sebelumnya.
Dengan posisi kas, setara kas, dan investasi likuid yang mencapai Rp17,8 triliun, Bukalapak memiliki ruang yang cukup luas untuk melanjutkan strategi pertumbuhan, mengembangkan inovasi produk, serta memanfaatkan peluang di pasar digital.