Bulog Sidak Pasar Semarang, Pastikan Harga Pangan Stabil

Dirut Bulog sidak pasar di Semarang memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok stabil selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar tradisional Semarang, yaitu Pasar Johar, Pasar Kepanjen, dan Pasar Kanjengan. Tujuannya adalah untuk memantau harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok.

Sidak ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan selama bulan Ramadan hingga menjelang Raya Idul Fitri 1447 H.

Dari hasil pemantauan, harga bahan pokok relatif stabil dan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Misalnya, harga beras premium Rp14.900/kg, beras medium Rp 13.500/kg, dan beras SPHP Rp 12.500/kg.

Tercatat harga daging sapi turun menjadi Rp 130.000/kg dari sebelumnya Rp 140.000/kg. Harga daging ayam juga mengalami penurunan, dari Rp 40.000/kg menjadi sekitar Rp 35.000/kg. Sementara itu, harga cabai merah berada di kisaran Rp 32.000/kg.

Rizal menyampaikan bahwa BULOG memiliki pengalaman dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama saat momentum hari besar.

"Kita memiliki pengalaman menjaga stabilitas harga pada periode Natal dan Tahun Baru lalu. Diharapkan selama Ramadan dan saat Idulfitri nanti kondisi juga tetap stabil. Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/2/2026).

Pihaknya akan mengintensifkan monitoring selama Ramadan 2026 untuk memastikan stok cukup dan harga stabil di pasaran. Selain itu, BULOG juga akan memastikan persediaan komoditas pangan strategis aman dan mencukupi hingga Idul Fitri.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah memasang daftar harga kebutuhan pokok sebagai acuan bagi pedagang dan konsumen. Daftar harga tersebut juga menjadi instrumen kontrol Satgas Pangan untuk mencegah pelanggaran HET.

Rizal menambahkan, selain pemantauan, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada pedagang. Tujuannya agar pedagang menjual komoditas sesuai aturan dan menjaga ekosistem perdagangan yang sehat tanpa merugikan konsumen maupun pelaku usaha.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (27/2) ini merupakan sinergi lintas sektor antara BUMN pangan, pemerintah daerah, kementerian terkait, serta aparat pengawas. Sinergi ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan serta menyambut Idul Fitri dengan aman dan nyaman.

Recommended