Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah meningkatkan kekhawatiran global, memicu kembali minat pada bunker kiamat sebagai perlindungan dari bencana.
Di Amerika Serikat, sebuah proyek bunker bahkan dibuka untuk umum dan menawarkan tempat bagi siapa saja yang ingin bersiap menghadapi potensi kiamat. Bunker ini berlokasi di Pegunungan Black Hills, South Dakota, di bekas pangkalan militer yang digunakan untuk menyimpan amunisi.
Perusahaan Vivos, yang mengelola fasilitas tersebut, dikenal karena mengembangkan tempat perlindungan bawah tanah untuk berbagai situasi ekstrem, seperti dikutip dari Metro.
Proyek ini menarik karena tidak hanya menyasar kalangan elit atau miliarder. Masyarakat umum pun diberi kesempatan untuk memiliki tempat perlindungan jika terjadi krisis dunia.
Menurut Direktur Eksekutif Vivos, Dante Vicino, masyarakat biasa sekarang dapat memesan tempat di fasilitas tersebut. "Warga biasa pun sekarang dapat memesan tempat untuk mereka berlindung ketika situasi sedang kacau," kata Dante Vicino.
Vicino menambahkan bahwa proyek ini bertujuan untuk memastikan kelangsungan hidup manusia jika terjadi bencana besar. Anggota komunitas bunker ini berasal dari beragam latar belakang ekonomi.
"Profil ekonomi mereka beragam, dari kelas menengah hingga yang berpenghasilan tinggi," ujarnya.
Fasilitas Tahan Bencana
Bunker kiamat dirancang untuk menghadapi skenario ekstrem seperti perang nuklir, bencana alam, hingga keruntuhan sistem global.
Fasilitas di dalam bunker berada jauh di bawah tanah serta memiliki sistem kehidupan mandiri, termasuk pembangkit listrik, pasokan air, dan sistem ventilasi yang mampu menyaring ancaman biologis atau kimia.
Kompleks bunker tertentu bahkan menyerupai kota kecil bawah tanah, lengkap dengan ruang tinggal, fasilitas medis, dapur, dan area rekreasi untuk memungkinkan penghuni bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama.
Konsep bunker kiamat telah ada sejak lama, terutama sejak era Perang Dingin. Akan tetapi, minat terhadap fasilitas ini kembali meningkat seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Konflik bersenjata atau ancaman perang besar mendorong sebagian orang untuk mengambil langkah ekstrem dalam memastikan keselamatan keluarga mereka.
Akibatnya, bunker modern dipasarkan sebagai 'investasi untuk bertahan hidup' dalam menghadapi skenario bencana besar di masa depan.
Dalam situasi global yang tidak pasti, keberadaan bunker kiamat menjadi simbol persiapan manusia dalam menghadapi kemungkinan terburuk bagi peradaban.