Tren Cancel ChatGPT atau QuitGPT, sebuah gerakan protes daring, menyerukan pembatalan langganan ChatGPT Plus. Aksi ini dipicu oleh isu etika serta hubungan perusahaan dengan dunia politik, bukan karena masalah performa produk.
Gerakan ini mendorong pengguna untuk mencari alternatif AI seperti Gemini atau Claude. Hal ini memengaruhi persepsi serta pilihan konsumen terhadap teknologi AI.
Istilah Cancel ChatGPT atau QuitGPT menjadi tren di berbagai platform media sosial. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap layanan ChatGPT dari OpenAI.
Menurut Digital Trends, tren ini muncul bukan karena masalah teknis. Kekhawatiran pengguna terkait keputusan perusahaan dan isu etika seputar penggunaan serta dukungan politik di balik teknologi AI menjadi penyebabnya.
Diskusi yang awalnya muncul di Reddit meluas ke platform lain seperti Instagram, termasuk forum online QuitGPT yang dibuat oleh para pendukung gerakan ini. Kampanye ini mengajak pengguna membatalkan langganan berbayar ChatGPT Plus, menghapus aplikasi, serta mempertimbangkan alternatif layanan AI lain yang dianggap lebih sesuai dengan nilai pribadi.
Cancel ChatGPT bukan sekadar kritik terhadap produk. Hal ini mencerminkan kekhawatiran lebih luas tentang perusahaan teknologi besar yang beroperasi di balik layar, serta hubungan mereka dengan entitas politik atau pemerintah yang dapat memengaruhi persepsi publik.
Beberapa pengguna mengungkapkan bahwa keputusan internal perusahaan, termasuk dukungan pendanaan atau kolaborasi dengan pihak tertentu yang dikaitkan dengan kebijakan kontroversial, menjadi alasan utama untuk berhenti menggunakan layanan AI tersebut.
Protes ini juga mencerminkan kesadaran konsumen yang meningkat dalam menilai teknologi, bukan hanya dari fungsi atau kinerja, tetapi juga dari nilai etika, dampak sosial, serta dampak ekonomi bagi pengguna.
Pilihan penggunaan teknologi kini dipengaruhi oleh nilai dan sikap moral konsumen, tidak hanya oleh kemampuan teknis produk. Sebagian peserta gerakan Cancel ChatGPT mendorong pengguna beralih ke chatbot atau model AI lain yang menawarkan layanan serupa, seperti Google Gemini, Anthropic Claude, atau model open source seperti Llama.
Perubahan dinamika di pasar teknologi AI terlihat dari peralihan ini. Konsumen kini mempertimbangkan bukan hanya performa, tetapi juga kebijakan perusahaan di balik produk yang mereka gunakan.
Meskipun jumlah pengguna yang benar-benar membatalkan langganan belum dapat diverifikasi, kampanye ini menarik perhatian luas. Diskusi yang lebih intens tentang hubungan antara teknologi generatif AI, nilai etika, serta kepercayaan publik terhadap penyedia layanan AI seperti ChatGPT pun mengemuka. Tren ini menunjukkan bagaimana opini publik dapat memengaruhi adopsi teknologi di masa depan.