Pernyataan Jensen Huang, CEO Nvidia, tentang tercapainya kecerdasan buatan umum (AGI) memicu kontroversi dan perdebatan luas. Dalam wawancara terbaru, Huang menyatakan bahwa AGI sudah menjadi kenyataan, klaim yang kontras dengan pandangan banyak pelaku industri.
Huang menyampaikan komentar tersebut dalam podcast Lex Fridman. Ketika Fridman bertanya mengenai kapan AGI akan terwujud, Huang menjawab, "Sekarang. Saya rasa kita sudah mencapainya."
AGI sendiri dipahami sebagai sistem AI yang memiliki kemampuan kognitif setara atau bahkan melebihi manusia dalam berbagai tugas. Definisi ini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli dan pelaku industri. Dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (25/3/2026), belum ada standar yang jelas mengenai apa yang mendefinisikan AGI.
Dalam percakapan itu, Fridman memberikan definisi praktis tentang AGI, yaitu AI yang mampu menjalankan pekerjaan manusia secara penuh, termasuk membangun perusahaan teknologi bernilai miliaran dolar. Pernyataan Huang dianggap berani jika mengacu pada definisi tersebut.
Namun, setelah pernyataannya, Huang mencoba meredam klaimnya. Ia mencontohkan platform agen AI open-source seperti OpenClaw yang sempat viral. Menurutnya, fenomena ini menunjukkan potensi AI yang semakin meluas.
Meski demikian, Huang juga mengakui adanya keterbatasan. Ia menyebut banyak proyek AI bersifat tren sesaat dan tidak bertahan lama. Bahkan dengan ribuan agen AI, ia berpendapat peluang untuk menciptakan perusahaan sekelas Nvidia adalah nol persen.
Pernyataan Huang mencerminkan dilema yang dihadapi industri AI saat ini. Meskipun kemampuan AI berkembang pesat, terutama melalui agen otonom dan model generatif, banyak pihak masih menganggap penyebutan AGI terlalu dini.
Beberapa perusahaan teknologi bahkan mulai menghindari istilah AGI dan menggantinya dengan istilah yang dianggap lebih realistis. Secara konsep, tujuan akhirnya tetap sama: menciptakan AI yang bisa berpikir dan bekerja seperti manusia.
Klaim Huang dapat diinterpretasikan sebagai sinyal optimisme terhadap perkembangan AI. Namun, dengan mengakui keterbatasan yang ada, jelas bahwa "AGI" versi industri saat ini masih jauh dari definisi ideal yang selama ini dibayangkan.