PT Cirebon Energi Prasarana Digitalisasi Sistem Keselamatan Kerja

PT Cirebon Energi Prasarana (CEPR) mengimplementasikan teknologi IBM Maximo untuk memperkuat sistem keselamatan dan efisiensi operasional pembangkit.

PT Cirebon Energi Prasarana (CEPR) resmi mengimplementasikan sistem Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) berbasis digital menggunakan IBM Maximo pada Jumat (8/5/2026) di Jawa Barat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat budaya keselamatan kerja serta meningkatkan efisiensi operasional fasilitas pembangkit listrik milik perusahaan.

Dilansir dari Medcom, penerapan teknologi ini menjadikan CEPR sebagai salah satu pembangkit listrik pertama di Indonesia yang mengintegrasikan sistem Izin Kerja (Permit to Work) dan pengelolaan isolasi energi dalam skala besar. Transformasi digital ini dikelola melalui kolaborasi strategis dengan Cohesive.

Keandalan platform digital ini telah dibuktikan melalui kegiatan pemeliharaan unit pembangkit ultra-supercritical berkapasitas 1.000 MW yang berlangsung selama 47 hari. Selama periode tersebut, sistem mengoordinasikan ribuan aktivitas kerja, manajemen izin dalam volume besar, serta pengawasan terhadap ratusan kontraktor di lapangan.

"CEPR menetapkan standar baru bagi sektor energi di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memodernisasi operasional demi ketahanan energi nasional," ujar Andy Saputra, ICT Manager CEPR. Integrasi ini memusatkan alur kerja dan pengelolaan aset guna menjaga keandalan operasional pembangkit secara berkelanjutan.

General Manager and Technology Leader IBM ASEAN, Catherine Lian, menyatakan bahwa platform digital sangat krusial dalam mengoptimalkan kinerja infrastruktur vital. IBM berkomitmen mendukung transformasi sektor energi di Indonesia agar dapat beroperasi secara lebih cerdas dan memiliki tata kelola yang berkelanjutan.

Modernisasi infrastruktur ini sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia dalam mempercepat transformasi digital pada sektor-sektor kritikal. Optimalisasi di bidang energi dianggap mendesak karena sektor ini memberikan kontribusi hingga hampir 10 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Peningkatan efisiensi melalui digitalisasi diharapkan mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Saat ini, CEPR terus memfokuskan penggunaan teknologi digital untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan industri yang ketat.

Recommended