China ‘Sulap’ Sampah Jadi Energi Listrik di Bekasi dan Denpasar

Danantara menunjuk Wangneng Environment dan Zhejiang Weiming untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar.

Danantara telah memilih mitra untuk proyek fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar.

Wangneng Environment Co., Ltd., perusahaan asal China, akan menjadi operator pembangkit di Bekasi. Sementara itu, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd., juga dari China, akan mengoperasikan pembangkit di Denpasar.

Menurut Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, penunjukan mitra ini adalah bagian dari program WtE/PSEL Danantara Indonesia. Program ini bertujuan mengatasi masalah sampah dengan memperkuat pengelolaan sampah perkotaan, mengurangi ketergantungan pada TPA, dan mendukung pembangkit energi berkelanjutan.

"Pengumuman hari ini menandai langkah penting dalam memastikan fasilitas Waste-toEnergy dikelola dengan standar tertinggi dalam keandalan operasional, keselamatan, dan akuntabilitas," ujar Pandu dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).

Sejalan dengan mandat ganda Danantara Indonesia, operator mitra diwajibkan membentuk konsorsium untuk mendorong transfer teknologi, termasuk dengan badan usaha milik pemerintah daerah dan perusahaan lokal Indonesia.

Danantara Indonesia juga menekankan tata kelola yang kuat sejak awal, termasuk proses seleksi yang transparan dan berbasis mitigasi risiko.

"Mitra operator terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta mendorong keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat," tegas Pandu.

Danantara berkomitmen untuk mendorong solusi pengelolaan sampah terpadu yang menciptakan dampak positif bagi lingkungan serta seluruh masyarakat Indonesia.

Recommended