Langit Jakarta kembali didominasi awan tebal sejak pagi, Kamis (5/2/2026). Hujan ringan turun bergantian di sejumlah wilayah ibu kota. Intensitasnya memang tidak deras, tapi cukup untuk membuat jalanan basah dan ritme aktivitas warga melambat.
Berdasarkan prakiraan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Cuaca Jakarta Hari ini 5 Februari bergerak dinamis dari berawan, hujan singkat, lalu mereda lagi. Suhu udara berkisar 23–29 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi, membuat udara terasa pengap terutama setelah hujan turun.
Pola ini bukan kejutan. Beberapa hari terakhir Jakarta memang berada dalam fase cuaca basah khas awal tahun. Hujan datang tidak lama, tetapi berulang dan berpindah wilayah.
Pagi: Kepulauan Seribu Diguyur Lebih Dulu
Hujan ringan tercatat turun sejak pagi di wilayah Kepulauan Seribu. Sementara daratan Jakarta—Pusat, Utara, Barat, Selatan, dan Timur—masih didominasi awan tebal.
Situasi berawan membuat suhu terasa lebih sejuk. Namun kondisi jalan licin mulai terlihat di beberapa titik pesisir. Aktivitas nelayan dan transportasi laut biasanya ikut menyesuaikan saat hujan turun pagi hari.
Di daratan, warga tetap berangkat kerja seperti biasa. Hanya saja, banyak yang memilih membawa payung atau jas hujan tipis sebagai antisipasi.
Siang: Hujan Pindah ke Selatan dan Timur
Memasuki siang, awan semakin padat di sebagian wilayah. Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diprakirakan menerima hujan ringan.
Ini jam rawan. Hujan singkat di tengah hari kerap membuat kemacetan meningkat, terutama di ruas padat seperti koridor perkantoran dan kawasan sekolah. Genangan kecil sering muncul di titik drainase lambat.
Wilayah Jakarta Pusat, Utara, dan Barat masih berawan. Meski belum hujan, udara terasa lembap. Matahari tertutup awan, sehingga panas tidak menyengat, tetapi gerah tetap terasa.
Sore: Giliran Pusat, Utara, Barat
Sore hari, pola hujan bergerak. Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat diprakirakan diguyur hujan ringan. Sementara Selatan dan Timur cenderung berawan.
Perpindahan ini lazim terjadi pada musim hujan. Awan konvektif terbentuk cepat, lalu pecah di area berbeda. Dampaknya terasa saat jam pulang kantor. Kecepatan kendaraan turun, ojek online ramai pesanan, dan trotoar dipenuhi warga berteduh.
Meski ringan, hujan pada jam sibuk tetap berpengaruh besar pada mobilitas kota.
Malam: Lebih Stabil, Cenderung Cerah Berawan
Kondisi cuaca mulai stabil saat malam. Sebagian besar wilayah Jakarta diprakirakan cerah berawan. Jakarta Timur bahkan berpotensi lebih cerah.
Langit yang lebih tenang memberi ruang bagi aktivitas malam. Kuliner kaki lima, olahraga malam, hingga perjalanan jarak jauh terasa lebih nyaman tanpa ancaman hujan mendadak.
Namun, kelembapan masih tinggi. Udara terasa lengket setelah hujan siang dan sore tadi.
Suhu dan Kelembapan: Faktor yang Perlu Diperhatikan
Sepanjang hari, suhu berkisar 23–29 derajat Celsius. Angka ini tergolong normal untuk Jakarta. Yang terasa berbeda justru tingkat kelembapan, mencapai 72–94 persen.
Kelembapan tinggi membuat keringat sulit menguap. Tubuh terasa cepat lelah. Pakaian juga lebih lama kering.
Situasi seperti ini sering memicu keluhan ringan, seperti pegal, masuk angin, atau flu musiman. Bukan kondisi ekstrem, tapi tetap mengganggu produktivitas.
Pola Musim Hujan Masih Bertahan
Secara klimatologis, awal Februari memang masih masuk puncak musim hujan di Jakarta. Polanya cenderung hujan ringan hingga sedang, berdurasi pendek, tapi berulang setiap hari.
Artinya, kondisi serupa kemungkinan masih terasa beberapa hari ke depan. Langit cerah penuh sepanjang hari masih jarang terjadi.
Karena itu, fleksibilitas jadwal dan kesiapan perlengkapan hujan jadi kunci agar aktivitas tetap lancar.
Cuaca hari ini tidak ekstrem. Tidak ada peringatan hujan lebat atau angin kencang. Namun kombinasi awan tebal, hujan ringan, dan udara lembap cukup memengaruhi mobilitas kota. Jakarta tetap bergerak, hanya sedikit lebih pelan.
Pantauan prakiraan akan terus diperbarui mengikuti laporan resmi BMKG. Jika ada perubahan signifikan, biasanya diumumkan melalui kanal informasi cuaca harian.