Cyber Breaker 2026 Targetkan Seribu Peserta Perkuat Keamanan Siber

Kompetisi Cyber Breaker 2026 resmi dimulai di Jakarta pada April 2026 dengan target 1.000 peserta untuk memperkuat ekosistem talenta siber nasional.

Kompetisi keamanan siber Cyber Breaker 2026 resmi membuka musim ketiga di Jakarta pada Rabu (22/4/2026) dengan target menjaring 1.000 pendaftar. Perhelatan ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem talenta digital nasional melalui kolaborasi strategis antara sektor siber dan industri kreatif.

Pertumbuhan ajang ini tercatat cukup signifikan sejak pertama kali digelar. Dilansir dari Medcom, jumlah peserta melonjak dari 137 orang pada musim pertama menjadi 616 peserta pada musim kedua, dengan total capaian digital melampaui 2,3 juta tayangan.

Penyelenggara memperluas jangkauan pada tahun ini dengan menggandeng lebih dari 44 komunitas siber serta teknologi informasi di seluruh Indonesia. Langkah tersebut diambil guna memastikan penjaringan bakat baru dapat dilakukan secara menyeluruh dari berbagai daerah.

Cyber Breaker 2026 memperkenalkan format baru yang lebih terstruktur melalui dua pilar utama, yakni pengembangan dan kompetisi. Para peserta akan memulai perjalanan dari tahap regional sebelum akhirnya bersaing di tingkat nasional untuk memperebutkan posisi di panggung utama liga.

Setiap tim yang lolos fase eliminasi akan mengikuti tahap Promotion Day sebagai bentuk validasi kemampuan teknis mereka. Penyelenggara menekankan semangat \#WinAtEveryLevel, di mana setiap pencapaian dalam tahapan kompetisi dianggap sebagai keberhasilan dalam pengembangan diri.

Selain aspek kompetisi, program ini menghadirkan pelatihan Cyber-Gig yang berfokus pada keterampilan praktis untuk pasar kerja global. Program tersebut dirancang untuk menyelaraskan kemampuan talenta siber dengan tren ekonomi gig, sehingga mereka siap bekerja sebagai tenaga profesional lepas.

Inisiatif ini didukung oleh Satria Siber Nusantara (SSN) sebagai sponsor utama, serta melibatkan Peris.ai dan RRQ. Kerjasama juga terjalin dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta guna memastikan materi pelatihan relevan dengan kebutuhan industri siber saat ini.

Recommended