Siklus penanggalan Jawa pada bulan Mei 2026 dimulai tepat pada Jumat Pon yang bertepatan dengan tanggal 13 Zulkaidah 1447 Hijriah atau 14 Selo 1959 Dal. Informasi yang dilansir dari Medcom ini menjadi panduan penting bagi masyarakat dalam merencanakan berbagai kegiatan adat dan perayaan besar.
Kementerian Agama (Kemenag) menyusun daftar tersebut berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026/1447-1448 H. Sistem ini menggabungkan tiga kalender sekaligus, yakni Masehi, Hijriah, dan Jawa guna menentukan identitas hari melalui pasaran dan weton.
Penggunaan kalender ini melibatkan komponen utama seperti pancawara yang terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Selain pasaran, terdapat pula hitungan neptu atau nilai bobot hari serta wuku yang menjadi pedoman waktu pelaksanaan upacara tradisional di lingkungan masyarakat.
Bulan Mei 2026 diawali dengan Jumat Pon dan diakhiri pada Minggu Pon tanggal 31 Mei. Pada pertengahan bulan, tepatnya 18 Mei 2026, penanggalan Jawa memasuki bulan baru yakni 1 Besar 1959 Dal yang bersaman dengan 1 Zulhijah 1447 Hijriah.
| Tanggal Masehi | Pasaran/Weton | Tanggal Jawa |
|---|---|---|
| 1 Mei 2026 | Jumat Pon | 14 Selo 1959 Dal |
| 10 Mei 2026 | Minggu Pahing | 23 Selo 1959 Dal |
| 18 Mei 2026 | Senin Kliwon | 1 Besar 1959 Dal |
| 31 Mei 2026 | Minggu Pon | 14 Besar 1959 Dal |
Data dari Kemenag tersebut menegaskan bahwa elemen weton sering dicari masyarakat karena diyakini menyimpan petunjuk mengenai karakter seseorang hingga waktu keberuntungan. Seluruh perhitungan hari pasaran ini tetap merujuk pada ketetapan resmi pemerintah dalam penentuan hari libur dan penanggalan nasional.