Departemen Kehakiman AS Dakwa Petinggi iLearning Terkait Penipuan AI

CEO dan CFO iLearning Engines didakwa memalsukan pendapatan senilai Rp 25 triliun dengan mengeksploitasi tren kecerdasan buatan.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat secara resmi mendakwa petinggi perusahaan teknologi iLearning Engines atas dugaan skema penipuan sekuritas senilai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 25 triliun pada April 2026. Perusahaan tersebut dituduh memanipulasi data bisnis guna memanfaatkan antusiasme pasar terhadap kecerdasan buatan (AI).

Otoritas hukum menetapkan pendiri sekaligus CEO iLearning, Puthugramam Harish Chidambaran, dan CFO Sayyed Farhan Ali Naqvi sebagai tersangka dalam konspirasi kejahatan keuangan. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, keduanya diduga melakukan pemalsuan informasi bisnis secara sistematis sejak Januari 2019.

Chidambaran ditangkap oleh petugas di wilayah Maryland, sementara Naqvi diamankan di California. Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan mengungkap bahwa sebagian besar basis pelanggan dan laporan pendapatan yang dicatatkan iLearning ke publik merupakan data fiktif untuk menarik minat investor.

Pemerintah federal menuduh kedua eksekutif tersebut mengeksploitasi narasi kemajuan teknologi AI untuk menipu pemberi pinjaman. Pada tahun 2023 saja, iLearning melaporkan pendapatan sebesar USD 421 juta yang diklaim berasal dari lisensi platform AI, namun nominal tersebut diduga kuat merupakan hasil penggelembungan melalui kontrak palsu.

"Sebagaimana yang dituduhkan, para terdakwa mengeksploitasi antusiasme investor terhadap ledakan tren AI dan menyajikan prospek keuangan yang indah kepada para investor dan pemberi pinjaman, padahal itu semua dibangun di atas kebohongan," kata Departemen Kehakiman AS.

Hasil dari skema ini diduga mengalir ke kantong pribadi para terdakwa dalam bentuk gaji, bonus, dan opsi saham. Chidambaran dilaporkan menerima lebih dari USD 500 juta dalam bentuk saham biasa serta gaji sebesar USD 700.000 sepanjang periode tahun 2023 hingga 2024.

Laporan Kejahatan Internet FBI mencatat tren penipuan berbasis AI mengalami lonjakan signifikan. Sepanjang tahun 2025, terdapat lebih dari 22.000 pengaduan dengan total kerugian mencapai USD 900 juta, atau meningkat sekitar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh otoritas Amerika Serikat untuk menelusuri aliran dana dan jaringan kontrak palsu yang digunakan iLearning. Hingga saat ini, proses hukum terhadap Chidambaran dan Naqvi terus berjalan di pengadilan federal.

Recommended